"Beberapa orang kami amankan di terminal bus dan pemukiman warga di wilayah kota. Sebagian lainnya kami amankan saat naik kendaraan umum menuju ke arah Solo," ujar Kapolres Pacitan, AKBP Gatot Haribowo dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (23/3/2011) siang.
Penangkapan itu, lanjut Kapolres bermula dari penelusuran polisi terkait masih adanya imigran lain yang lolos dalam operasi sebelumnya, Selasa (22/3/2011) dinihari. Saat itu, tim Polres dibantu Satpolair Pacitan hanya berhasil mengamankan 16 orang. Padahal jumlah seluruhnya 36 orang.
"Mereka sudah terpencar dari kelompoknya," tambahnya.
Tentu saja, aparat berbaju coklat masih harus bekerja keras. Sebab, masih ada 11 orang lagi yang belum diketahui keberadaannya. Untuk memburu mereka, lanjut Kapolres, pihaknya juga melibatkan polres jajaran. Sebab, wilayah Kabupaten Pacitan berbatasan langsung dengan daerah tetangga. Seperti Yogyakarta, Wonogiri, Trenggalek maupun Ponorogo.
"Kita masih akan melakukan pencarian hingga beberapa hari kedepan dengan bantuan polres tetangga. Karena Polda DIY pun pernah menangani kasus yang sama. Tentunya, sambil kita lihat perkembangan berikutnya,' tandas Gatot.
Sementara itu, ke sembilan orang imigran yang belakangan ditangkap langsung dibawa ke Pacitan. Setelah ditampung beberapa saat di salah satu hotel, mereka lalu diberangkatkan menuju Kantor Imigrasi Surabaya.
Seperti diberitakan, belasan orang warga negara Iran diditangkap dalam operasi gabungan di Pantai Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Pacitan, Selasa (22/3/2011) dini hari.
Dugaan sementara, para imigran dari negeri para Mullah tersebut berasal dari penampungan di Bogor, Jawa Barat. Mereka lalu menuju Pantai Pacitan dengan menempuh jalan darat. Tujuan akhirnya Pulau Christmas, Australia.
(bdh/bdh)











































