Polisi Datangi Pengontrak Rumah di Dinoyo yang Mencurigakan

Trauma Teror Bom

Polisi Datangi Pengontrak Rumah di Dinoyo yang Mencurigakan

- detikNews
Senin, 21 Mar 2011 23:41 WIB
Polisi Datangi Pengontrak Rumah di Dinoyo yang Mencurigakan
Malang - Warga Jalan Gajayana RT02/RW02, Kelurahan Dinoyo, Kota Malang, akhirnya mendatangi rumah kontrakan yang penghuninya dianggap mencurigakan, Senin (21/3/2011), malam.

Warga yang datang bersama Babinkamtibmas Polsekta Lowokwaru ini ditemui Wiji Suryo Budi (56) bersama istrinya Mistianingsih (50) yang asli Turen Malang. Sedangkan pemuda yang diketahui bernama Doni (30) tidak ada di rumah.

Aktifitas Doni yang sebelumnya tidak diketahui identitasnya itu beberapa hari terakhir dianggap warga telah meresahkan. Apalagi belakangan ini merebak aksi teror paket yang diduga bom di berbagai daerah.

Ketegangan sempat terjadi ketika warga diwakili Ketua RW dan RT, serta keamanan
setempat menanyakan keberadaan Doni.

Cahyono selaku Ketua RT mengatakan, jika kehadirannya bersama perwakilan warga  serta aparat kepolisian untuk mengetahui secara jelas identitas dan aktifitas Doni. Karena sudah satu bulan ini belum menyerahkan data diri.

"Sudah satu bulan kami menunggu, mana datanya. Padahal seringkali kita meminta.
Kita sebagai warga terus terang curiga, atas aktifitas Doni, yang terkadang
didatangi tamu orang asing," ungkap Cahyono saat ditemui pemilik rumah.

Cahyono kembali melanjutkan pembicaraan, bahwa warga kini tengah resah atas
perilaku Doni. Seringkali melakukan aktifitas di malam hari. Warga sangat
mengkhawatirkan adanya orang-orang tak bertanggung jawab berada di rumah ini.

"Kini banyak teror bu, kami khawatir. Anak ibu terus terang kami curigai. Karena
aktifitasnya," jelas Cahyono.

Dituding putranya mempunyai aktifitas tak wajar, Mistianingsih membela. Jika putranya kini tak berada di rumah. Terkait identitas, dirinya mengaku akan
memberikan kepada ketua RT setempat petang tadi.

"Ini pak datanya, mau saya berikan tadi. Tapi karena terlihat banyak tamu, saya tidak jadi," tutur Mistianingsih.

Wanita ini mengungkapkan putranya sedang menimba ilmu agama di sebuah pondok
pesantren di wilayah Singosari, Kabupaten Malang. Kemungkinan saat ini, kata dia, anaknya itu tengah berada disana.

"Anak saya mondok di Singosari. Mungkin sekarang di sana," katanya.

Dalam kesempatan itu, Mistianingsih juga menyampaikan permohonan maaf atas
perilaku putranya hingga mengundang kecurigaan warga. Dia berjanji, ketika
putranya datang, akan segera membawanya ke ketua RT dan RW setempat.

"Nanti  kalau datang, akan saya bawa ke bapak-bapak. Agar tidak ada curiga," ujarnya.

Usai mendapatkan janji Mistianingsih, warga bersama aparat kepolisian meninggalkan rumah tersebut.
(gik/gik)
Berita Terkait