"Sekarang tinggal dihitung satu kepala ke Eropa butuh berapa duit? Itu pemborosan, apalagi kalau tujuannya tidak untuk kemajuan sepakbola nasional," tegas manajer Persik, Sunardi, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Selasa (15/3/2011).
Sunardi menduga kemasan studi banding yang dijadikan alasan kepergian ke Eropa hanya kamuflase untuk menghindari kecurigaan pecinta sepakbola tanah air. Menurutnya, PSSI tengah melakukan segala cara untuk bisa merebut hati pemilik suara dalam kongres untuk kemenangan salah satu nama.
"Nonsens kalau itu tidak ada embel-embelnya. Saya yakin itu akan dipolitisir untuk kepentingan kongres," sambungnya.
Sunardi yang juga tercatat sebagai salah satu direktur pada pabrik penghasil benih di Kabupaten Kediri ini juga mengatakan, daripada anggaran PSSI digunakan untuk 'jalan-jalan' ke Eropa, lebih baik untuk subsidi ke klub. Musim 2010-2011 diakuinya menjadi yang terberat bagi sejumlah klub, seiring diperketatnya penggunaan anggaran dari pemerintah daerah.
"Kami sebulan terakhir belum bisa menggaji pemain, Arema dan Deltras bahkan tiga bulan. Artinya banyak klub yang kesulitan anggaran, kenapa mesti diajak jalan-jalan. Berikan saja uang itu (ke klub) agar bisa menggaji pemainnya," tandas Sunardi.
Dia juga menuding PSSI tidak memiliki kepekaan untuk memajukan persepakbolaan tanah air. Kalau memang bertujuan studi banding, dia menilai hal itu bisa dilakukan tanpa harus ke Eropa, tapi bisa ke negara yang dekat dengan Indonesia.
"Kalau memang benar studi banding, saya rasa cukup ke Malaysia. Mereka bisa melakukan regenerasi pemain muda dengan baik, dan hasilnya bisa mengalahkan kita di final Piala AFF," ucap lelaki yang sempat mencalonkan diri menjadi Bupati Kediri ini.
Sementara itu, Sekretaris Umum Persik Barnadi membenarkan bahwa klubnya adalah salah satu calon peserta dalam rencana kepergian ke Eropa bersama PSSI. Sejauh ini informasi lisan untuk ajakan tersebut sudah diterima, namun pemberitahuan resmi belum ada.
"Kalau jadi besok undangannya datang. Saya belum tahu persis ajakannya itu bagaimana," kata Barnadi melalui sambungan telepon seluler.
(bdh/bdh)











































