Pasalnya, dua buah HP dan dua buah laptop milik korban raib. Korban pertama kali ditemukan oleh pembantunya, Ida pagi tadi sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu saksi yang akan menyapu rumah melihat korban telungkup di depan pintu kamarnya.
"Saya lihat ibu tidur telungkup tapi pas saya coba bangunkan ternyata ibu sudah meninggal," kata dia saat ditemui di lokasi, Selasa (15/3/2011).
Mengetahui ibu satu anak tersebut sudah tidak bernyawa dengan luka pada bagaian kepala, Ida langsung menghubungi kepolisian. Kemudian polisi yang datang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Selain kepala ibu ada bekas luka dan keluar darah kamarnya juga berantakan dan isi lemari dikeluarkan semua," lanjutnya.
Hingga saat ini polisi masih belum bisa dimintai keterangan terkait penyebab kematian korban yang dalam sehari-harinya bekerja sebagai bidan di Puskesmas Kwadungan. Pasalnya selain tidak ada saksi polisi juga masih menunggu hasil autopsi untuk mengatahui penyebab kematian korban.
"Nanti saja kita masih melakukan olah TKP, selain menunggu hasil autopsi kita juga mebelum bisa mengetahui berapa jumlah pencurinya," ujar salah satu anggota kepolisian yang tidak mau disebutkan namanya.
Dari infomasi yang dihimpun detiksurabanya.com, pencuri tersebut berhasil menggondol dua buah Hp dan dua buah laptop milik korban. Selain itu kondisi rumah korban yang berada di kawasan persawahan dan jauh dari tetangga makin memudahkan pencuri beraksi.
(fat/fat)











































