"Ini punya Pak Edi, anggota di Polda (Jatim). Makanya saya nggak lapor polisi, biar juragan yang ngurusi, kan enak polisi sama polisi," kata Anwar, pengemudi truk naas kepada detiksurabaya.com di lokasi kejadian, Senin (14/3/2011).
Anwar yang mengaku warga Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang tersebut lantas menjelaskan, peristiwa naas yang menimpanya bermula saat truk bernomor polisi S 9011 R yang dikemudikannya selesai mengambil pasir dari Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar dan akan dikirim ke Kedurus, Surabaya.
Sampai di lokasi kejadian mendadak ban depan sebelah kiri meletus, hingga mengakibatkan truk oleng dan menabrak pohon di tepi jalan.
Tak berhenti sampai disana truk bermuatan 12,5 kubik pasir tersebut terus melaju, dan terguling masuk ke dalam sungai sedalam hampir 2 meter. Meski tak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, kaca depan truk pecah dan separo muatannya tumpah masuk ke
dalam sungai.
"Ini saya luka lebam di tangan. Kernet (kenek) saya yang lumayan, dia luka tangannya kena pecahan kaca," tambah Anwar.
Terkait penyebab meletusnya ban, Anwar menolak truk yang dikemudikannya kelebihan beban muatan. Dia bahkan berdalih ban truk baru diganti sekitar sebulan lalu, sehingga kecil kemungkinan kecelakaan diakibatkan oleh kelalaian.
"Ya sial saja. Yang namanya kecelakaan kan nggak bisa ditolak, nggak bisa diprediksi," ujarnya enteng.
Ditanya mengenai hubungan pemilik truk dengan bisnis pertambangan pasir ilegal, Agung, kenek truk naas tersebut menyangkalnya. Menurutnya, Edi, anggota Polda Jatim yang menjadi pemilik truk hanya menyewakan dengan kepemilikan muatan adalah pihak lain.
"Saya karyawannya Pak Edi, tapi muatan bisa gonta-ganti. Ini kebetulan diminta ambil pasir di Blitar, mau dikirim ke Pak Narko di Kedurus," terang Agung.
Hingga pukul 17.30 WIB truk naas tersebut masih terperosok masuk ke dalam sungai dan belum ada anggota kepolisian dari Polres Kediri yang melakukan identifikasi atau evakuasi. Sementara sopir dan keneknya menunggui truk di tepi jalan, tanpa adanya
perawatan atas luka yang dialaminya.
(fat/fat)











































