Hari Kamis (16/3) mendatang Arema dijadwalkan menjadi tuan rumah untuk Jeonbuk Hyundai Motors di Stadion Kanjuruhan, di pertandingan kedua mereka di fase Grup G Liga Champions Asia. Pada laga pertama melawan klub Jepang, Cerezo Osaka, "Singo Edan" kalah 1-2.
"Kami harap masalah gaji tak jadi problem, ketika kita menghadapi Jeounbuk," ujar Media Officer Arema Indonesia Sudarmadji ditemui di Kantor Arema Indonesia Jalan Sultan Agung, Malang, Senin (14/3/2011).
Sesuai kesepakatan, lanjut Sudarmadji, manajemen dalam waktu dekat akan berupaya memenuhi seluruh gaji para pemain. Dia berharap kabar itu bisa membuat para pemain bisa fokus dalam pertandingan tersebut.
"Kami harap para pemain bisa fokus pada pertandingan. Soal gaji akan kita selesaikan," janji dia.
Sudarmadji mengakui, kemelut keuangan terus melanda Arematak lepas dari membengkaknya total pengeluaran sejak memasuki musim kompetisi tahun ini. Naiknya anggaran pengeluaran mencapai 30 persen dari tahun sebelumnya, menjadi masalah berat bagi manajemen di awal kompetisi.
"Karena itu, kita dulu defisit sampai Rp7 miliar. Sementara pemasukan yang biasa menjadi andalan tim, terkendala oleh jadwal pertandingan," terangnya.
Selama kompetisi berjalan, lanjut Sudarmadji, Arema hanya kebagian dua laga kandang besar, saat menjamu persipura dan Persiwa. Namun, setelah itu, Arema kembali bermain away mengikuti LCA di Jepang yang diteruskan ke Papua.
"Hasil laga kandang, belum bisa dimaksimalkan, karena harus melanjutkan LCA dan tur ke Papua kemarin," bebernya.
Dia berharap, demi kemajuan tim, para pemain bisa memahami dan bermain maksimal pada pertandingan melawan Jeonbuk. "Pertandingan besok lusa, penting bagi tim. Pemain kami harapkan bisa sadar diri," harapnya.
Pagi tadi anak asuh Mirolav Janu menjalani latihan rutin di Stadion Gajayana Malang. Jeounbuk mengambil jatah latihan sore hari pukul 15.30 hingga 17.30 WIB dan tertutup bagi media. Begitu pula keesokan harinya, mereka memutuskan tidak boleh "diintip" pers.
(fat/fat)










































