Korban sendiri langsung melaporkan kasus penganiayaan ini Polres Malang hanya sekitar 800 meter dari lokasi kejadian.
"Kita masih selidiki kasus ini, karena korban baru saja melapor," kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Hartoyo ditemui di mapolres Jalan Ahmad Yani, Senin.
Menurut korban, peristiwa itu terjadi begitu cepat, hingga tak mengetahui siapa tiga orang pelaku tersebut. Dia menceritakan, pagi tadi dirinya berniat berangkat menuju sekolah berada di Jalan Mojosari, Kepanjen, mengendarai kendaraan roda empat.
Persis di perempatan Kepanjen, mobilnya dihadang tiga orang dengan mengendarai dua motor. Seketika pengendara motor itu meminta dirinya turun dari mobil.
"Satu orang langsung memukul saya dan bilang kenapa saya menggerakan siswa untuk protes penggantian kepala sekolah," tutur korban saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Malang.
Belum sempat menjawab, pukulan mengarah ke wajahnya bertubi-tubi dilakukan
ketiga pelaku. Diduga puas menganiaya korban, para pelaku kemudian melarikan diri. "Saya sempat mau mengejar, tapi sudah kehilangan jejak lebih dulu. Kemudian saya putuskan melapor ke polisi," kata Warga Perum Pondok Mutiara Blok C6/5, Kepanjen.
Guru matematika ini mengaku kasus pemukulan terhadap dirinya ini tak lepas dari pergantian Kasek SMK NU Miftkahul Huda tempat dirinya mengajar. Karena diduga kuat para pelaku merupakan orang suruhan kepala sekolah baru.
"Ini ada kaitannya dari pergantian kepala sekolah Sabtu kemarin. Waktu itu saya memang sempat menolak adanya pergantian kepala sekolah, dan meminta dilakukan usai ujian nasional digelar," tuturnya.
Di hadapan petugas, Fadjar juga mengaku kasus pemukulan menimpa dirinya ini merupakan yang kedua kalinya. Pertama saat proses pergantian kasek digelar di sekolah, Sabtu (12/3/2011). Kala itu dirinya didatangi beberapa orang tak dikenal yang langsung memukuli dirinya.
"Ini kedua kalinya dan orangnya (pelaku,red) saya rasa sama dengan yang pertama," bebernya.
Dalam laporannya, Fadjar juga meminta perlindungan dirinya serta keluarga ke polisi dari ancaman susulan. Sekedar diketahui, polemik terjadi di SMK NU Mistakhul Huda usai pergantian kepala sekolah lama Abdul Mujib Syadzili digantikan Sofiullah sebagai kepala sekolah.
Puluhan guru memilih untuk mengundurkan diri sebagaa bentuk protes atas
pergantian tersebut.
(fat/fat)











































