Informasi yang dihimpun menyebutkan, puting beliung datang bersamaan saat hujan deras dari arah utara. Pertama menyapu Dusun Palebunan, Desa Karanganyar. Lalu bergeser ke arah selatan yakni ke semua dusun di Desa Pinggir Papas.
Puting beliung berwarna hitam itu berputar-putar hampir 3 menit. Suara gemuruh sempat terdengar oleh warga. Spontan mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Dalam singkat, genting rumah warga dan sejumlah bangunan berterbangan.
Dilaporkan, rumah rusak di Desa Karanganyar sebanyak 21 dan 1 dapur ambruk total. Sedangkan di Desa Pinggir Papas, 13 rumah rusak. Genting berhamburan dan sebagian lainnya ada yang terasnya rusak parah.
Bagian Kesra Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Syafiudin (56), mengatakan, saat puting beliung menerjang wilayah Karanganyar, warga benar-benar panik. "Suara gemuruh itu membuat warga ketakutan dan berhamburan keluar rumah," terang Syafiudin pada detiksurabaya.com di lokasi, Sabtu (12/3/2011).
Saat ini, warga berusaha gotong royong memperbaiki genting rumah yang rusak. Namun, masih dihantui ketakutan menyusul cuaca di wilayah Kalianget masih gerimis. "Warga masih trauma, takut puting beliung itu datang lagi. Maklum, daerah sini memang langganan puting beliung," ujarnya.
Desa Karanganyar dan Desa Pinggir Papas, selalu menjadi langganan puting beliung. Bahkan, tak jarang warga yang sering menjadi korban luka-luka. "Jadi, kalau ada angin kencang atau hujan deras sudah siap-siap untuk keluar rumah," pungkasnya.
(bdh/bdh)











































