Dalam pidato serah terima jabatan (sertijab) yang dilakukan di gedung Ing Ngarso Sun Tulodo, Mapolers Pasuruan, Kapolres AKBP Syahardiantono mengatakan sebagai polisi harus bekerja keras agar semua tugas kepolisian dapat dilakukan dengan baik.
Ia meminta seluruh anggotanya agar terus berusaha memberikan pelayanan maksimal, transparan, akuntabel dan humanis melaui pengawasan dan pengendalian. Disinggung soal kejadian di pondok pesantren YAPI menurutnya kejadian itu bukan begitu saja terjadi dengan tiba-tiba, namun sudah lama ada indikasi kerawanan konflik di masyarakat.
"Meskipun berbagai upaya sudah kita lakukan baik melaui kegiatan persuasif maupun preventif seperti silaturahmi ke tokoh ulama, instansi terkait serta berbagai elemen masyarakat namun tetap terjadi," katanya, Jumat (11/3/2011).
Kepada jajaran Sat Intelkam ia tekankan agar selalu melakukan deteksi dini dengan jeli, cepat, tepat serta tanggap melaui peran intelejen untuk mencegah segala permasalahan yang berkembang di masysrakat.
"Terutama permasalahan yang perpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas," tegasnya.
Ia juga meminta agar dilakukan pengelaran kekuatan dengan tepat di setiap titik-titik rawan untuk memberikan perlindungan dan pengayoman dan keamanan pada masyarakat. "Jangan sampai telat informasi," tukasnya.
Saat dikonfirmasi wartawan soal sertijab tersebut, AKBP Syahardiantono mengatakan kalau itu merupakan rotasi yang biasa dilakukan guna memaksimalkan kerja kepolisian.
"Kan bukan kasat Intel saja, beberapa Kapolsek juga kita rotasi kan," pungkasnya.
Sementara mantan Kasat Intelkam AKP Agus Eko Winarno mengakua jika dirinya
menerima keputusan tersebut. Ia hanya berkomentar singkat saat ditanya wartawan. "Pasuruan ini kompleks," singkatnya.
(fat/fat)











































