"Target kita 99,50 persen lulus tahun ini," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwandi ditemui detiksurabaya.com di kantornya Jalan Panji, Kamis (10/3/2011).
Suwandi mengungkapkan, sengaja tak menargetkan seratus persennya siswa lulus. Karena masih banyak kemungkinan diprediksi bakal terjadi. Seperti siswa yang gagal mengikuti UN, karena mengalami sakit, musibah, serta beberapa masalah lain. "Tidak bisa seratus persen, yang sakit kena musibah gimana. Hal itu pasti terjadi," jelasnya.
Terkait persiapan di tingkat sekolah menghadapi UN, Suwandi mengaku telah
melakukan berbagai program di sekolah masing-masing. Diantaranya try out, program penguatan serta peningkatan mutu pendidikan. Dan yang terpenting keterlibatan orang tua murid.
"Karena selama ini, kurangnya perhatian orang tua, menjadi salah satu penyebab besar, gagalnya siswa lulus UN," katanya.
Program ini juga digenjot, sambung Suwandi, berdasarkan hasil evaluasi UN tahun kemarin. Minimnya kesadaran orang tua siswa memiliki peringkat tinggi, siswa belum siap menghadapi UN. "Akibatnya tak lulus," ujarnya.
Selain menjalankan program khusus, lembaga dipimpinnya ini juga telah memberikan perhatian penuh kepada sekolah-sekolah yang dianggap rawan lulus maksimal. Menurutnya, lembaga pendidikan itu, masih didominasi oleh sekolah swasta. Dalam beberapa waktu kemarin, seluruh sekolah swasta telah dikumpulkan untuk mematangkan diri menghadapi UN.
"Swasta kini menjadi perhatian serius kami, karena mereka rawan gagal UN seratus persen," ungkapnya.
Tahun ini, kata Suwandi, sebanyak 5 ribu siswa SMU mengikuti UN, SMK sebanyak 7 ribu siswa, sedangkan sekolah dasar sebanyak 32 ribu, dan SMP sebanyak 23 ribu siswa. "Kami harap semua lancar tahun ini," imbuhnya.
(fat/fat)











































