Kuli Bangunan Tega Gauli Anaknya Hingga Hamil 6 Bulan

Kuli Bangunan Tega Gauli Anaknya Hingga Hamil 6 Bulan

- detikNews
Rabu, 09 Mar 2011 16:35 WIB
Bojonegoro - Ulah SN (40) warga Dusun Dadap Desa Karangdinoyo Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro benar-benar keterlaluan. Kuli batu yang bekerja di Gresik ini tega menggauli anak kandungnya sendiri yang masih berusia 14 tahun hingga hamil 6 bulan.

Saat ini, kasus tersebut sedang dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Bojonegoro. Korban, ibu korban bernama Tamiyem dan sejumlah saksi masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

"Kasus tersebut masih dalam proses di PPA. Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk memastikan kasusnya," kata Kasubag Humas Polres Bojonegoro AKP MT Ariyadi, Rabu (9/3/2011).

Informasi yang dihimpun, korban sudah dalam keadaan hamil 6 bulan. Namun, kasus ini baru terungkap sejak seminggu belakangan. Dan pihak keluarga, baru bersedia melaporkan masalah ini ke polisi karena awalnya tidak percaya bahwa korban telah dihamili oleh ayah kandungnya sendiri.

Bahkan sampai menjalani pemeriksaan di Polres Bojonegoro siang tadi, ibu korban juga masih belum bisa mempercayai sepenuhnya bahwa suaminya telah tega berbuat keji terhadap darah dagingnya sendiri. Ibu korban sebenarnya ingin membuktikan di rumah sakit terlebih dulu, namun sejumlah keluarga mendesak supaya masalah ini dibawa ke polisi.

"Sama masih belum percaya dengan semua ini. Sebab, anak saya itu tidak pernah cerita apa-apa dengan saja," jawab Tamiyem saat ditemui di ruang PPA Sat Reskrim Polres Bojonegoro.

Sementara Kepala Dusun Dadap Muladi, membenarkan kejadian itu. Pihaknya tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh pelaku. Termasuk dengan ibu korban yang selama ini berusaha menutupi kejadian tersebut.

"Kehamilan korban sudah menjadi pembicaraan banyak orang di kampung. Tapi
ibunya sendiri malah berpikir anaknya tidak hamil. Saya sendiri heran, kenapa ibunya sampai bersikap demikian," jelas Muladi.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini