Keluarga Cemas Saat Dimas Dikabarkan Hilang

Pendaki Tersesat di Arjuna

Keluarga Cemas Saat Dimas Dikabarkan Hilang

- detikNews
Rabu, 09 Mar 2011 14:40 WIB
Keluarga Cemas Saat Dimas Dikabarkan Hilang
Surabaya - Sejak mendapat kabar hilangnya Yohanes Dimas (sebelumnya disebutkan Yohanes Pamungkas), keluarga pasrah terhadap tim SAR. Pasalnya, keluarga besar yang tinggal terpisah di Jakarta, Jember, Riau, Surabaya dan Solo menyadari Yohanes memang hobi bagpacker hingga naik gunung. Namun baru kali ini mengalami hambatan lapangan.

Akibat kejadian ini, rencananya Yohanes akan dijemput pulang ke rumah orang tua di Jakarta. Kabar hilangnya Yohanes pertama kali diterima adik laki-lakinya bernama Bayu. Namun, Bayu yang kini menjalani pendidikan kuliah di UNS tidak merasa yakin akan kabar itu. Bayu merasa kakaknya memiliki banyak pengalaman mendaki beberapa gunung di Indonesia.

"Minggu (6/3/2011) malam lalu, pacar kak Dimas (panggilan Yohanes) SMS saya, bilang kalau kak Dimas tersesat dan hilang di Gunung Arjuna. Tapi saat itu saya sedang nggak fokus. Saya nggak percaya kalo kak Dimas hilang," tutur adik lelaki Yohanes Dimas, Yohanes Bayu saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (9/3/2011).

Meski bukan anggota pecinta alam, lanjut Bayu, kakak nomor 4 itu hobi dan sering naik gunung. Mulai dari Gunung Rinjani di Lombok, Gunung Merapi hingga Gunung Merbabu. Semua gunung sudah dilalui dan tidak pernah ada masalah.

Namun, Bayu sontak kaget saat ia mendapat SMS dari nomor asing yang mengaku
sebagai Yohanes Dimas. Dalam SMS tersebut, Yohanes Dimas menyebutkan kondisi dan lokasi terakhir dirinya saat tersesat dan hilang di Gunung Arjuna.

"Selasa (8/3/2011) pukul 09.00 WIB pagi, ada SMS masuk ke hape saya. Ia mengaku kak Dimas dan menyebutkan kondisi dan lokasi terakhirnya," tutur Bayu.

Bunyi SMS yang diterima Bayu berbunyi: "Dek Bayu, iki Mas Dimas. Wocoen SMS-ku sampe rampung baru bertindak. Urip matiku tergantung tindakanmu selanjutnya. Aku wes 3 hari ini ilang di pegunungan Arjuno, kemungkinan aku di sekitar Kaliandra Pasuruan.

Anak2 pecinta alam Mayapada wes ket wingi melakukan pencarian, tapi urung ketemu. Aku iki wong loro, koncoku wingi mlebu jurang trus ga iso mlaku, trus aku nyusul mengisor ngopeni dee dan masalahe saiki ga ada akses munggah. Maeman cuma cukup dienggo dino iki.

Tolong hubungono arek Mayapada jenenge Weving 0852******** atau Blondi 08574******* cuboen alternatif pencarian oleh basarnas Pasuruan mereka due helikopter atau tanya mereka sing duwe heli, posisi GPS terakhir 7 derajat 48' 44" s 112 derajat 39' 40" e.


Aku 100 meter dari posisi itu. Aku di lembah antara dua bukit, akeh kabut, bisane daerah iki ga berkabut sekitar jam 5 sampe jam 7 isuk baterai hp sekarat. Tolong ya dek, nek aku tyt ga ketemu aku sayang kalian semua".

Setelah membaca lengkap pesan SMS ini, Bayu langsung mengontak nomor yang
bersangkutan. Benar saja, setelah panggilan telepon itu dijawab, Bayu seketika mengenali suara di ujung ponselnya itu, suara kakak laki-lakinya, Yohanes Dimas. Saat itu juga Bayu menghubungi keluarga besarnya.

Selama proses penantian kabar dari tim SAR, Bayu dan keluarga mengaku pasrah. Ia tak tahu harus meminta pertolongan pihak siapa lagi. Namun, kabar baik menyusul sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi. Tim SAR telah menemukan Yohanes Dimas dan Firman pada koordinat 07 derajat 44'775' S - 112 derajat 37/27'e.

Kini kakak lelaki nomer 3 Bayu, Antonius bersiap dan standby di dekat posko tim SAR. Antonius sebagai perwakilan keluarga yang akan menjemput Yohanes Dimas untuk pulang ke Jakarta.

"Sekarang Kak Antonius sudah standby mau jemput kak Dimas. Rencananya kak Dimas mau dibawa pulang ke Jakarta untuk bertemu orang tua," pungkasnya.

(nrm/fat)
Berita Terkait