Gara-gara dibiarkan main sedirian di dapur dan ditinggal memasak nasi, balita berusia 1,8 tahun itu terbakar api dari tungku. Kejadian itu diketahui saat anaknya menjerit kesakitan setelah api menyala di tubuh korban.
Juma'ati mengaku dia sedang memasak nasi saat Ferdi menjerit dan menangis. Namun aktivitasnya berhenti saat anaknya menjerit setelah api membakar bajunya. Tanpa berfikir panjang Juma'ati langsung memadamkan api dengan telapak tangannya.
Dia kemudian melepas baju Ferdi agar sisa api tidak menjalar ke tubuh lainnya. Dan langsung membawa Ferdi ke RSUD dr Muhammad Saleh Kota Probolinggo. Dari keterangan petugas medis, luka bakar yang dialami Ferdi sekitar 15-18 persen.
"Padahal baru sebentar saja saya tinggalkan dia, tubuhnya sudah terbakar," kata Juma'ati saat ditemui wartawan di RSUD dr Muhammad Saleh, Kamis (3/3/2011).
Ia sendiri tidak tahu pasti bagaimana bayi terbakar. Yang jelas saat terbakar Ferdi berada di dekat tungku dan sedang memegang sebilah kayu.
"Ngak tahu, mungkin dia merangkak menuju perapian," sambung Jama'ati sambil
menunjukkan telapak tangannya yang sedikit terluka karena memadamkan api.
Ia menduga, saat dirinya sibuk memasak, Ferdi merangkak mendekati tungku yang sedang menyala. Mungkin tertarik dengan sinar api yang keluar dari tungku dan
menghampirinya. Saat itulah mungkin awal kejadian tersebut. "Mungkin dia memain-mainkan kayu ke dalam api," pungkasnya.
(fat/fat)










































