Ritual Ojung Diyakini Bisa Hindari Bencana Desa

Ritual Ojung Diyakini Bisa Hindari Bencana Desa

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2011 18:39 WIB
Ritual Ojung Diyakini Bisa Hindari Bencana Desa
Situbondo - Ritual ojung atau selamatan desa digelar warga Desa Bugeman Kecamatan Kendit, Situbondo. Ojung merupakan jenis olah raga layaknya tinju, tapi dalam pertandingan ojung ini, tidak menggunakan tangan dibalut sarung untuk memukul, melainkan menggunakan sebatang rotan.

Pertandingan ini digelar dalam tiga ronde. Setiap ronde, pemain memiliki kesempatan untuk memukul dengan rotan, sementara lawannya harus bersiap menangkis pukulan lawan. Jika pukulan mengenai bagian tubuh, maka wasit akan memberi tanda spidol.

Bagian tubuh yang boleh dipukul hanya di bawah leher hingga di atas pusar, pukulan yang mengenai tubuh lainnya dianggap tidak sah. Ojung merupakan budaya turun temurun sejak puluhan tahun silam dan diyakini bisa menjaga keamanan, serta kerukunana antar warga di Desa Bugeman.

Jika suatu desa tidak menggelar ritual tersebut, terbukti sering terjadi cekcok bahkan perkelahian antar warga, serta banyak terjadi kejahatan di desa setempat.

"Kami memang tidak berani untuk tidak menggelar ritual ini, karena kami sangat
yakin jika dilanggar akan terjadi bencana di desa kami," kata Kades Bugeman, Udit Yuliasto kepada detiksurabaya.com, Selasa (1/3/2011).

Sementara Roddi, salah satu warga setempat yang ikut dalam pertandingan ujong ini, mengaku setiap tahun tampil untuk bertanding. "Yang jelas kalau kena pukul rotan sangat sakit mas, tetapi ini bentuk penghargaan kami terhadap adat kami ini," jelasnya saat diwawancara detiksurabaya.com, usai bertanding.

Pantauan detiksurabaya.com, kendati diwarnai hujan deras, warga tetap membludak
di tempat berlangsungnya pertandingan ojung tersebut, bahkan tidak sedikit warga dari luar desa yang datang untuk melihat pertandingan ojung ini.

Sedangkan Wakil Bupati Situbondo, Rahmat, juga menyempatkan diri hadir dan melihat pertandingan ojung. "Ini budaya yang hanya ada di Situbondo dan ini perlu dilestarikan, jika perlu olahraga ojung harus masih menjadi olah raga nasional," terangnya. (fat/fat)
Berita Terkait