Hilangnya Zainul, ternyata memakan korban jiwa nelayan lainnya. Adalah Abu Hasan (30), Dusun Buddagan Desa Larangan Luar, teman satu perahu yang berusaha mencari Zainul sejak pukul 20.00 WIB, Senin (28/2/2011) akhirnya tewas.
"Dugaan sementara tewasnya Abu Hasan disebabkan lemas terlalu lama di dalam air laut. Sayangnya, pihak keluarga Abu Hasan menolak dilakukan visum di Puskesmas Talang," terang Kapolsek Larangan AKP Puryanto, Selasa (1/3/2011).
Menurut Puryanto, kejadian tewasnya Zainul berawal dari nelayan menangkap ikan. Sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu kemarin, Zainul dan Abu Hasan menaiki perahu slerek yang biasa dibawa ke tengah laut.
Bersama Sakdi (32), pemilik perahu yang membawa perahu lain, berangkat menuju tengah laut Selat Madura. Pada saat sedang memasang jala slerek, tiba-tiba penyakit Zainul kambuh. Zainul yang berdiri di atas palka langsung oleh dan terjatuh ke tengah laut.
Melihat Zainul jatuh, Abu Hasan langsung terjun untuk menolong. Usaha Abu Hasan menjadi sia-sia lantaran gelombang laut Selat Madura tak bersahabat. Terjangan gelombang menelan tubuh Zainul yang tak sadar karena epilepsi.
Berkali-kali Abu Hasan menyelam ke bawah perahunya dan berusaha mencari tubuh Zainul. Namun, usahanya tetap gagal. Satu jam pencarian tetap tak membuahkan hasil.
Akhirnya, Abu Hasan berteriak minta tolong. Teriakan Abu Hasan terdengar oleh Sakdi yang sedang menangkap ikan sekitar 60 M di sebelah selatan perahu yang dinaiki Abu Hasan dan Zainul.
"Saya telah berkali-kali meminta Abu Hasan yang tetap bersikeras mencari tubuh Zainul. Menjelang subuh, saya melihat tubuh Abu Hasan mengambang. Saat itupula, saya mengangkatnya dan melarikannya ke daratan," tutur Sakdi.
Sakdi yang ditemui di Puskesmas Talang, akhirnya pasrah saat mengetahui Abu Hasan ternyata meninggal saat menuju ke daratan. "Tubuhnya lemas dengan perut penuh air. Saya sempat menolongnya mengeluarkan air dari perutnya," sambung Sakdi.
Sakdi akhirnya dibawa ke Mapolsek Larangan. "Saya hanya meminta keterangan Pak Sakdi. Setidaknya keterangan kronologis jatuhnya Zainul dan mengambangnya Abu Hasan," tutup Puryanto.
(fat/fat)











































