Mereka yang masih berstatus siswi kelas 1 SMA di Lumajang ini berinisial CDW (15) dan EP (15) warga Desa/Kecamatan Tempursari. Peristiwa itu bermula saat Desember 2010 lalu, kedua korban CDW dan EP bertemu dengan Miseri. Miseri tahu persis jika kedua remaja ini memiliki kemampuan olah vokal sebagai penyanyi dangdut antar kampung.
Miseri pun tertarik memboyong kedua penyanyi belia ini untuk dipekerjakan di Jambi. Keinginan memboyong dilakukan karena anaknya memiliki orkes dangdut yang kerap mendapatkan job hajatan antar kampung.
Keduanya pun tertarik tawaran itu apalagi dengan gaji yang menggiurkan. Mereka pun pergi tanpa sepengetahuan dan seizin orangtuanya. Rupanya gaji yang diterima tidak sesuai dengan kenyataan. Honor manggung sebesar Rp 250 ribu plus saweran Rp 100 ribu setiap tampil tidak pernah diberikan.
"Saat ini, tersangka sudah kami tahan di Mapolsek Tempursari untuk proses hukum lebih lanjut," kata Kapolsek Tempursari AKP Jaman saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Minggu (27/2/2011).
Merasa dirugikan selama berada di Jambi, keduanya pun selalu mencari alasan agar tidak manggung lagi. Selain mengaku sakit, kedua korban juga mogok kerja. Dan seminggu lalu kedua korban akhirnya dipulangkan ke Lumajang. Mereka mengaku kepada orangtuanya tentang pengalaman yang dilakukan. Karena tak terima, para orangtua melaporkan ke polisi.
"Berdasarkan laporan ini, akhirnya kami menangkap Miseri di rumahnya dan kini masih menjalani penyidikan intensif di Mapolsek," jelasnya.
(fat/fat)











































