Sayangnya tidak semua siswa mau datang berobat ke puskesmas setempat. Tercatat 68 siswa yang sudah ditangani oleh Puskesmas Sumber Beras. Sisanya memilih untuk diobati sendiri di rumah.
Dari 10 siswa yang menjalani rawat inap di puskesmas sejak Rabu (23/2/2011)
kemarin, kini bertambah 9 siswa. Mereka dirawat secara intensif karena kondisi kesehatannya turun drastis.
"Siswa yang lain diperbolehkan pulang setelah menjalani pengobatan," kata Muhammad Rasyid, Kepala Puskesmas Sumber Beras, kepada wartawan di kantornya, Kamis (24/2/2011).
Bertambahnya jumlah siswa yang keracunan tersebut, berlangsung sejak Rabu (23/2/2011) hingga Kamis siang ini, rata-rata gejala yang dikeluhkan sama. Yakni kepala pusing, mual, diare serta muntah-muntah, setelah memakan pentol, nasi goreng dan nasi pecel.
Hingga saat ini, pihak puskesmas belum dapat memastikan penyebab keracunan. Apakah disebabkan makanan kadaluwarsa atau karena mengandung zat berbahaya. Masih diperlukan waktu untuk uji di laboratorium.
Sebagai langkah antisipasti, petugas Puskesmas hari ini sudah melaukan penyuluhan di MTs Negeri 2 Banyuwangi di Sumber Beras. Tujuannya mengimbau para siswa agar tidak lagi mengkonsusmi jajanan di luar sekolah.
Sementara keracunan massal tersebut ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa
(KLB) oleh Dinas Kesehatan Banyuwangi. Sayangnya, Dinas Kesehatan belum berencana untuk menertibkan para pedagang keliling yang kerap berjualan di sekolah.
"Mereka sulit dijangkau, karena jumlahnya pasti mencapai ratusan ribu," ujar Kelapa Dinas Kesehatan Banyuwangi, Hariadji Sugito kepada wartawan.
(fat/fat)










































