Terjepit Ban Bus, Kepala Supardi Luka Parah

Terjepit Ban Bus, Kepala Supardi Luka Parah

- detikNews
Kamis, 24 Feb 2011 00:12 WIB
Mojokerto - Supardi (34), warga Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto berhasil diselamatkan setelah mengalami kecelakaan dengan posisi terjepit di roda belakang bus. Saat ini Supardi masih dirawat di rumah sakit akibat pendarahan di kepala.

Kecelakaan itu terjadi di By Pass Kota Mojokerto tepat depan Terminal Kertajaya sekitar pukul 20.00 WIB. Menurut sejumlah saksi mata, saat itu motor yang dikendarai Supardi, Honda Revo nopol S 3511 PK melaju kencang dari arah Jombang.

Tepat di depan Supardi, muncul Bus Pelita Indah nopol AG 7150 UY yang dikendarai oleh Saifudin Zuhri (44) dari dalam Terminal Kertajaya. Karena tak siap menginjak rem, Supardi pun menabrak bagian belakang bus dan terjatuh masuk jalur yang berlawanan.

Dari arah Surabaya, dengan cepat truk bernopol AG 8352 UL tujuan Blitar yang dikendarai oleh Arifudin (23) warga Udanawu Blitar, yang tidak sempat mengerem langsung menabrak Supardi dan motornya.

Karena melihat ada orang yang terlindas, Arifudin pun menghentikan laju kendaraan dan melihat kondisi Supardi terjepit di ban kanan belakang. "Saya lihat kok orangnya terjepit, saya langsung menolong dia," kata Arifudin kepada detiksurabaya.com
di lokasi, Rabu (23/2/2011) malam.

Menurut Sardi (43), saksi mata, saat itu korban diketahui sudah tidak sadarkan diri lagi dan terjepit dalam ban. Setelah dievakuasi, beberapa orang pun menutupi badan Supardi dengan koran. "Tak pikir mati, eh ternyata masih hidup dan berteriak minta tolong," kata Sardi.

Beberapa saat kemudian petugas Unit Laka Lantas Polresta Mojokerto datang untuk mengevakuasi korban dan langsung dilarikan ke IRD RSUD Wahidin Sudiro Husodo.

Menurut Kasat Lantas Polresta Mojokerto, AKP Kaspijo, saat ini kondisi korban masih hidup, namun kodisinya kritis. "Kita juga membawa sopir bus dan truk untuk dimintai keterangan," ujar Kaspijo kepada wartawan di lokasi.

Dari pantauan detiksurabaya.com, saat petugas mengevakuasi korban selama sekitar 30 menit, arus lalu lintas dari arah Jombang-Surabaya padat merayap karena badan jalan dipenuhi ratusan orang yang melihat proses evakuasi.
(fat/fat)
Berita Terkait