Gara-gara Tutup Selokan, Paman Dibantai Keponakan

Gara-gara Tutup Selokan, Paman Dibantai Keponakan

- detikNews
Sabtu, 19 Feb 2011 07:59 WIB
Gara-gara Tutup Selokan, Paman Dibantai Keponakan
Pasuruan - Gara-gara menimbun selokan dengan pasir, nyawa Arman (50) warga Dusun Dieng Desa Jeruk Purut Kecamatan Gempol, Pasuruan, tidak bisa tertolong. Arman tewas di ujung celurit keponakannya sendiri, Tikjoyo (40) saat menyumbat saluran air di depan rumahnya.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian pukul 221.30 WIB Jumat (18/2/2011) itu bermula saat korban dan tersangka yang rumahnya berdekatan sedang terlibat adu mulut. Mereka mempermasalahkan air di selokan depan rumah mereka yang tidak bisa mengalir karena selokan ditimbun pasir oleh korban.

Apalagi saat itu sedang turun hujan sehingga air meluber ke jalan. Entah apa yang ada di benak tersangka, sehingga perang mulut gara-gara masalah sepele tersebut bisa membuatnya kalap. Ia langsung mengambil celurit di dalam rumahnya dan menyabetkan ke korban yang tidak lain pamannya sendiri.

Korban pun langsung tewas di jalan depan rumahnya akibat sabetan celurit milik tersangka. Korban tewas dalam keadaan sangat mengenaskan dengan beberapa luka sabetan celurit di bagian punggung sebelah kanan, pantat kanan dan kaki sebelah kanan.

Saat ini, tersangka sudah diamankan di mapolres Pasuruan setelah sebelumnya menyerahkan diri karena takut menjadi sasaran amuk warga yang tidak terima.

"Tersangka sudah menyerahkan diri dan sekarang sedang diamankan di polres," kata Kapolsek Gempol Kompol Slamet Riyadi kepada detiksurabaya.com, Sabtu (19/2/2011).

Menurut pengakuan tersangka, saat itu dirinya tidak bisa menahan emosi. Korban sudah seringkali diperingatkan untuk tidak menyumbat selokan dengan pasir namun masih tetap saja korban melakukannya.

"Tersangka mengaku tidak bisa mengendalikan emosi karena sudah berulang kali memperingatkan untuk tidak menyumbat parit dengan pasir," pungkasnya.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini