Alasannya, pengerjaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terganggu dengan cuaca yang tidak bersahabat seperti hujan. "Memang tenggang waktu perbaikan tanggul tidak sesuai dengan rencana," kata Wakil Humas BPLS, Akhmad Khusairi kepada detiksurabaya.com, Jumat (18/2/2011).
Ia mengatakan, di lokasi sering diguyur hujan, sehingga membuat para pekerja
tidak bisa maksimal dan dapat membahayakan para pekerja.
"Bicara kekuatan, kalau dipaksakan pada saat hujan, bisa menganggu struktur tanah dan kestabilan tanggul tidak maksimal. dan keselamatan pekerja juga harus
diperhitungkan," tuturnya.
Saat ini, pengerjaan tinggal memasang batu gronjong (batu yang diikat dengan kawat). Sekitar 50 pekerja bersama alat berat seperti eskavator terus bekerja,
ketika hujan reda.
"Saya nggak mau ngomong lagi kapan selesainya, nanti takutnya mbleset lagi. Kita upayakan secepatnya bisa selesai," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tanggul penahan lumpur Lapindo yang berada di
titik 21 atau depan SPBU Porong, Sidoarjo, mengalami ambrol. Ambrolan tanah
sirtu beserta batu ini mengancam rel kereta api yang hanya berjarak sekitar 5
meter.
(fat/fat)











































