Dalam pernyataan sikap yang disampaikan langsung oleh para pengurus YAPI, mereka menyatakan YAPI merupakan lembaga pendidikan yang berdiri sejak tahun 1973 itu sering mengalami kekerasan oleh sekelompok tersebut.
"Di mana beliau selalu menekankan persatuan umat Islam," kata Humas Ponpes YAPI, M. Alwi pada wartawan di ponpes, Rabu (16/2/2011).
Lembaga YAPI yang didirikan oleh Alm. Ust Habib Husein Al-Habsyi adalah lembaga
pendidikan yang terbuka bagi siapa saja dan non-sektarian. Dan menurutnya,
banyak alumni YAPI yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi tokoh di tempatnya masing-masing.
"Dalam pendidikan kita ini sudah berkali-kali mendapatkan prestasi yang mengharumkan nama baik Pasuruan dan Jawa Timur," tuturnya.
Menurutnya, kejadian yang berlangsung Selasa (15/2/2011) kemarin bukan yang
pertama kali. Namun, kejadian anarkis yang dialami Ponpes YAPI putra maupun
putri sudah terjadi sejak 2007 hingga saat ini.
"Sejak tahun 2007, YAPI selalu mengalami teror, kekerasan dan tindak anarkis. Kami sudah melaporkan ke aparat kepolisian, mulai dari tingkat Polsek hingga ke Kapolri. Sedangkan dari pihak sipil, mulai tingkat RT hingga Presiden," tambahnya.
Ia menerangkan, sejak tahun 2007, kelompok yang melakukan penyerangan Selasa (15/2/2011) lalu rutin menggelar pengajian ataupun acara-acara lain yang isinya menghujat YAPI dan mengompori masyarakat untuk melakukan tindakan anarkis.
"Dan seringkali, sepulang dari acara, mereka melakukan pelemparan, menghujat, memaki. Kami memiliki bukti-bukti yang sangat kuat atas aksi mereka," terangnya.
Ia menambahkan, kejadian penyerangan seperti itu berulang kali terjadi dan tidak ada penanganan secara tuntas. Sehingga akhirnya mereka lebih berani melakukan tindakan anarkis yang menyebabkan para santri menderita luka ringan hingga serius, bahkan ada yang harus dirawat di RS Mata Surabaya.
Biasanya mereka melakukan aksinya menggunakan atribut-atribut yang mengatasnamakan ASWAJA Bangil.
"Dari informasi yang kita kumpulkan, baik formal maupun informal, serta pernyataan resmi bahwa ASWAJA Bangil itu oknum penceramah bermasalah dan bukan bagian dari NU. Dan hubungan kita selama ini dengan NU dan Muhammadiyah cukup baik," ujarnya.
Ia menambahkan, setiap aksi teror yang dilakukan ratusan kelompok tersebut, YAPI Selalu melaporkan kepada aparat terkait. Karena itu, pihaknya meminta pelaku aksi teror ditindak tegas.
"Sebagai warga negara yang pancasilais dan Bhineka Tunggal Ika, seta hak hukum sebagai warga negara, maka kami berharap agar pihak terkait melakukan tindakan penanganan secara tuntas dan menangkap oknum pelaku maupun aktor intelektualnya," jelasnya. (roi/bdh)










































