"Para santri diajak ikut qosidah biar nggak terlalu panas pikirannya dan emosinya tenang. Mereka kan masih muda," kata Ustadz Fathoni, salah satu staf yayasan bagian umum, kepada detiksurabaya.com, Rabu (16/2/2011).
Setelah pembacaan qosidah di dalam masjid. Para santri kemudian mendapat siraman rohani dan pembinaan mental melalui pengajian yang dilakukan Ustadz Sidik.
"Pembinaan ini juga terkait dengan maulid nabi," tandas Fathoni.
Dampak penyerbuan Ponpes Al Ma'hadul Islami Yayasan Pesantren Indonesia (YAPI) membuat sebagian santri merasa trauma. Meski begitu mereka memilih tetap berada di komplek ponpes untuk belajar.
Sebelumnya ratusan massa yang tidak dikenal mengenakan sarung sambil mengendarai sepeda motor menyerbu dan melempari ponpes dengan batu, Selasa (15/2/2011) sekitar pukul 14.00 WIB. Polisi dari Polres Pasuruan dan di-backup 2 Kompi Brimob Polda Jatim, telah mengamankan lokasi sehingga kembali kondusif.
(roi/bdh)










































