"Sempat takut. Sampai sekarang masih trauma karena melihat ada teman yang
terluka. Tapi kami tetap di pondok untuk terus menimba ilmu," kata M Toriq Aziz
(13) santri kelas I SMP Yapi asal Sulteng kepada detiksurabaya.com, Rabu
(16/2/2011).
Namun bagi santri lain, kejadian tersebut malah membuat mereka semakin semangat
dan tidak ada rasa keder sedikitpun. "Saya tidak takut. Saya malah sempat ikut
melempar, mengejar dan memukuli yang menyerbu pesantren," ujar Mufti Abdillah
(12), santri kelas 1 SMP asal Jember.
Hingga pukul 10.00 WIB, para santri terlihat masih melakukan aktivitas dan polisi masih berjaga di sekitar lokasi pondok.
Sebelumnya ratusan massa yang tidak dikenal mengenakan sarung sambil mengendarai sepeda motor menyerbu dan melempari ponpes dengan batu, Selasa (15/2/2011) sekitar pukul 14.00 WIB. Polisi dari Polres Pasuruan dan di-backup 2 Kompi Brimob Polda Jatim, telah mengamankan lokasi sehingga kembali kondusif. (roi/fat)











































