"Agar semua pihak menahan diri. Jangan ketularan seperti di daerah lain," kata Ketua MUI Jatim KH Abdussomad Buchori, saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa
(15/2/2011).
Abdussomad mengimbau agar setiap konflik yang terjadi hendaknya diselesaikan dengan baik tanpa ada kekerasan. Faktor yang menjadi penyebabnya pun harus dicari agar peristiwa yang terjadi di daerah lain tidak terulang.
"Kita perlu kewaspadaan dini. Lebih baik mencari penyebabnya sebelum terjadi
daripada mencari penyebab setelah ada kejadian," tambah Abdussomad.
Abdussomad menambahkan bahwa rencananya hari ini pihaknya akan mengundang pihak Pemrov Jatim untuk membahas dan mendiskusikan masalah ini. Konflik seperti yang terjadi di Pasuruan harus diredam agar kondisi Jatim yang kondusif tidak
terpengaruh dengan kondisi serupa di luar Jatim.
Apakah ada rekonstruki membawa kerusuhan mengatasnamakan agama ke Jatim,
Abdussomad memilih mneyrahkannya ke polisi. Polisi, kata Abdussomad, diharapkan
bisa menjalankan fungsinya agar konflik seperti di Pasuruan tidak merembet ke
daerah lain di Jatim.
"Apakah ada upaya membikin Jatim rusuh, itu urusan intel polisi. Sekali lagi, semua pihak harus bisa menahan diri. Tetapi semua pihak juga jangan ada yang berusaha memancing," tandas Abdussomad.
(iwd/fat)











































