Konflik Atas Nama Agama Disinyalir Ada Keterlibatan 'Tangan Ketiga'

Konflik Atas Nama Agama Disinyalir Ada Keterlibatan 'Tangan Ketiga'

- detikNews
Selasa, 15 Feb 2011 22:38 WIB
Surabaya - Maraknya aksi anarkis dibeberapa daerah dinilai akibat kebuntuan dialog antar kelompok. Tapi kekerasan tersebut juga disinyalir adanya keterlibatan 'tangan ketiga' yang sengaja menumpangi isu agama.

Setelah Cikeusik dan Temanggung, kini giliran Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ma'hadul di Pasuruan, Jawa Timur. Konflik yang terjadi dalam waktu yang tak berselang lama itu sesungguhnya tidak harus terjadi.

"Kasus yang terjadi itu bukan karena keresahan masyarakat. Tetapi, murni kurang terbangunnya dialog-dialog antar kelompok," kata pengamat sospol dari Universitas Airlangga Surabaya, M Asfar, saat bincang-bincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (15/2/2011).

Menurutnya, kekerasan yang mengatasnamakan agama akan dapat diminimalisir, jika terjadi komunikasi atau dialog rutin antar kelompok dan dari lintas agama maupun aliran.

Kalau dialog kurang intens, maka akan menimbulkan prasangka atau pemikiran negatif suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. "Kalau terjadi dialog yang intens, mungkin penyerangan fisik atau tindak kekerasan tidak akan terjadi," tuturnya.

Ia mensinyalir, selain komunikasi yang kurang, aksi kekerasan yang berbau
SARA itu tidak menutup kemungkinan ada aktor utama yang sengaja membuat suasana menjadi panas. Namun Asfar menyerahkan dugaannya itu ke polisi agar mengusut sampai tuntas.

"Dari polanya, dari sisi anarkis maupun gerakannya, kemungkinan ada orang-orang yang memicu dan menggerakkannya," terangnya.

Ketika ditanya lebih lanjut, apakah kasus kekerasan itu sebagai bentuk pengalihan isu-isu yang sedang terjadi pada pemerintahan SBY, Asfar tidak berani memastikannya.

"Ya kita tidak tahu persis, apa maksud gerakannya. Kita tidak bisa
berspekulasi, hanya bisa menduga saja. Karena itu, polisi harus bertindak
tegas,diusut tuntas sampai ke otaknya," pungkasnya.

Ia menyatakan ketidaksetujuannya dengan wacana pembubaran ormas-ormas yang bertindak anarkis. Menurutnya, pemerintah maupun aparat penegak hukum harusnya bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang melakukan tindakan anarkis, agar dapat menjadikan efek jera bagi kelompok lainnya.
(gik/gik)
Berita Terkait