Salah satu santri bernama Muhammad Ali (15), mengaku para santri kaget saat ada segerombolan massa tiba-tiba masuk ke pintu gerbang dan merusak pos satpam. Tak puas dengan itu, massa juga melakukan pelemparan batu ke dalam ponpes.
"Setelah merusak pos, mereka langsung melempari pondok dengan batu," kata Muhammad Ali salah seorang santri yang juga korban pelemparan kepada detiksurabaya.com di lokasi, Selasa (15/2/2011).
Hal senada juga diungkapkan oleh Mustofa (17). Saat itu dirinya mendengar suara teriakan beberapa orang dan di sekitar kamarnya terdengar suara benda-benda jatuh.
"Saya kaget mendengar suara gaduh lalu saya juga mendengar teriakan orang-orang dan melempar batu," jelas Mustofa.
Puas melempar batu, massa meninggalkan lokasi menggunakan puluhan motor. Ia mengaku sama sekali tidak mengetahui dari kelompok mana massa yang melakukan tindakan anarkis tersebut. "Saya tidak tahu siapa dan dari mana mereka," tandasnya. (fat/fat)










































