beranggapan adanya ATM kondom, memicu timbulnya perilaku seks bebas.
"Program itu jelas salah, akan memudahkan masyarakat terutama kalangan muda-mudi melakukan seks bebas," kata Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Malang Abdul Mujib Syadzili ditemui di SMK NU Miftakul Huda Jalan Raya Ngadilangkung, Senin (14/2/2011).
Mujib mengaku, program yang digulirkan memang baik, dengan alasan meminimalisir
penyebaran HIV/AIDS. Di sisi lain, keberadaan ATM kondom itu juga memancing sesuatu yang buruk dan dilarang agama. "Dengan melihat saja, pengaruhi pikiran orang hingga muncul niat. Itu yang dikhawatirkan," beber Mujib.
Mujib mengkhawatirkan, adanya penyalahgunaan penggunaan kondom. Artinya tidak tetap sasaran. Karena keberadaan ATM kondom sendiri dipasang di areal publik. "Pastinya juga rawan disalahgunaakan nanti," tandasnya.
Pemkab Malang mewacanakan pendirian ATM kondom di beberapa tempat. Yakni rumah sakit, puskesmas, dan tempat keramaian. Dengan tujuan meminimalisir penyebaran virus HIV/AIDS.
"Rencananya kita bangun ATM kondom di sejumlah tempat di kabupaten malang. Untuk menanggulangi penyebaran virus HIV/AIDS," jelas Rendra kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Malang.
Pria yang juga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, menambahkan, pihaknya juga akan melibatkan juru parkir untuk penyebaran kondom di tempat umum. "Itu bisa memberikan pemasukan tambahan bagi mereka. Sementara kita bisa mensosialisasikan penggunaan kondom," imbuh.
Tahun ini BNN Kabupaten Malang menganggarkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk
penanggulangan HIV/AIDS, sumber dana lain sebesar Rp 600 juta itu dari Komisi
Penanggulangan HIV/AIDS.
(fat/fat)











































