Jamaah Ahmadiyah Kediri Minta Perlindungan Polisi

Jamaah Ahmadiyah Kediri Minta Perlindungan Polisi

- detikNews
Kamis, 10 Feb 2011 15:03 WIB
Kediri - Jamaah Ahmadiyah di Kota Tahu mendatangi Mapolres Kediri. Mereka meminta perlindungan kepada polisi, karena trauma dengan kasus yang menimpa jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten.

Pantauan detiksurabaya.com, Kamis (10/2/2011) siang, 5 orang pengurus jamaah Ahmadiyah Kota Kediri mendatangi Markas Komando II Polres Kediri Kota di Jl KDP Slamet, Kecamatan Mojoroto dan melakukan pertemuan tertutup di ruang kerja Kapolres.

Mubaligh jamaah Ahmadiyah Kota Kediri Aminullah Yusuf, ditemui seusai pertemuan menolak anggapan kunjungan tersebut sebagai sebuah upaya permintaan perlindungan. Meski demikian diakuinya jika kedatangan tersebut berkaitan dengan insiden penyerangan di Cikeusik, Pandeglang, Banten.

"Kalau koordinasi dengan aparat keamanan selalu kami lakukan. Soal memberikan jaminan keamanan itu tugas mereka," kata Amin kepada wartawan.

Amin juga mengatakan aktivitas jamaahnya sejauh ini masih dalam taraf aman, meski perasaan was-was tetap dirasakan sebagai manusia biasa. Dia juga mengaku belum terdapat ancaman apapun, yang mengganggu aktivitas ibadahnya bersama jamaah. "Alhamdulillah sampai sekarang masih aman," tambahnya.

Sementara Kapolres Kediri Kota, AKBP Mulia Hasudungan Ritonga, dikonfirmasi mengenai kedatangan jamaah Ahmadiyah justru membenarkan adanya upaya permintaan perlindungan keamanan.

Dia mengaku siap memberikan pengamanan, karena Ahmadiyah di mata kepolisian tetap sama seperti masyarakat pada umumnya yang memiliki hak mendapatkannya.

"Dari seluruh kegiatan (Ahmadiyah) di Indonesia, mereka secara khusus meminta agar di Kota Kediri tetap aman," ungkap Mulia tegas.

Ditanya mengenai teknis pengamanan terhadap jamaah Ahmadiyah yang akan diberikan, Mulia mengaku tidak akan melakukannya secara beda. Dia mengaku mengandalkan Polisi Masyarakat (Polmas) sebagai aparat keamanan di tingkatan paling rendah, dengan dibantu secara maksimal melalui pengamatan fungsi intelkam.

"Tidak ada pengamanan khusus. Di Kota Kediri ini kan di setiap 2 RT ada satu petugas Polmas, jadi mereka yang akan berada di garis depan pengamanan," jelas Mulia.

Untuk ancaman kekerasan terhadap jamaah Ahmadiyah di Kota Kediri, dengan tegas Mulia mengakui sampai hari ini belum ada. "Masih aman untuk di Kota Kediri," pungkasnya.
(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait