"Saya mengetahuinya hari Minggu (6/2/2011) pukul 08.30 WIB," kata penjaga warnet Brama Setyo (25) kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (7/2/2011).
Brama memperkirakan bahwa pelaku masuk ke warnet milik Dian Kristian itu di atas pukul 03.00 WIB. Pasalnya, Brama menutup warnet beromzet Rp 400 ribu per hari itu pada pukul 03.00 WIB. Setelah menutup rapat pintu harmonika, Brama pun tidur di kamar belakang.
Paginya, Brama yang bangun pukul 08.30 WIB, kaget saat melihat semua LCD di 15 bilik yang ada sudah raib, termasuk LCD yang ada di meja operator. Setelah diteliti, 4 CPU juga hilang termasuk uang Rp 400 ribu yang ada di meja operator.
"Langsung saya lapor ke pemilik warnet yang kemudian meneruskan lapro ke polisi," tambah Brama.
Brama merinci, 15 LCD yang hilang yakni 5 buah LCD 14 inch, 9 buah LCD 17 inch dan 1 buah LCD 19 inch. Brama memperkirakan total kerugian yang diderita adalah Rp 25 juta. Dari keterangan para tetangga, Brama mengatakan bahwa pelaku diperkirakan berjumlah 5 orang naik 3 motor. Seorang pelaku berjaga untuk mengawasi keadaan sementara 4 lainnya beraksi. Untuk bisa masuk ke dalam, pelaku mencongkel gembok pintu harmonika dan dengan leluasa masuk.
"Ada satu obeng pelaku yang tertinggal. Obengnya sudah dibawa polisi," lanjut Brama.
Sementara Kapolsek Sukolilo, Kompol Wiwik Setyaningsih, mengatakan kasus tersebut memang ada. Saat ini anggota sedang dan terus mengumpulkan data dari saksi di lokasi.
"Kami masih meminta keterangan dari saksi untuk mendapatkan gambaran pelaku,"
ujar Wiwik.
(iwd/fat)











































