Seperti Desa Cermenlerek di Kecamatan Kedamean yang genangan airnya masih setinggi satu meter. Begitu juga dengan jalan di kawasan Cerme.
"Di Desa Cermenlerek banjir masih setinggi satu meter. Di kawasan Cerme, air masih menggenangi jalan," kata Kabag Humas Pemkab Gresik, Andi Hendro Wijaya, saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (4/2/2011).
Meski digenangi banjir, kata Andi, namun warga Desa Cermenlerek tetap tak mau
dievakuasi. Alasannya, karena tidak semua desa di wilayah itu kebanjiran. Warga desa berpikir bahwa sebentar lagi banjir juga akan surut. Ternak yang dimiliki warga sendiri sudah dititipkan ke desa tetangga.
"Karena itu kami membuat dapur umum untuk memenuhi logistik warga," tambah Andi.
Sementara penutupan jalan masih dilakukan di Cerme karena jalan masih terendam luberan air dari luapan tambak meski ketinggiannya tidak setinggi kemarin. Meski begitu, penutupan tidak seketat hari-hari kemarin. Penutupan lebih bersifat buka tutup.
"Mobil masih bisa lewat, namun risiko ditanggung sendiri," tandas Andi. (iwd/fat)











































