Menurut petugas BB TNBTS, Harjo Suparto, kejadian pengrusakan serta pembakaran diketahui Jumat (4/2/2011) pagi, ketika petugas akan membuka pos pelayanan wisatawan itu. Dia menduga pos dirusak serta dibakar pada dini hari tadi.
"Perkiraan kami pengrusakan dilakukan dini hari, karena tidak ada yang jaga," ujarnya ditemui detiksurabaya.com di Kantor BB TNBTS Jalan Raden Intan, Malang.
Harjo juga sebagai polisi hutan BB TNBTS ini mengungkapkan, kompleks bangunan terdiri dari pos loket, selter serta MCK semuanya rusak. Mulai dari kaca, atap, serta beberapa dinding bangunan. Diyakini pelaku pengrusakaan lebih dari sepuluh orang.
"Kalau melihat kondisinya tidak mungkin dilakukan dua atau tiga orang," ungkapnya.
Harjo menambahkan, bangunan berada tepat diatas Coban Trisula itu juga berfungsi sebagai pintu masuk kawasan BB TNBTS. Setiap pengunjung akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Pos dibuka mulai pukul 07.00-17.00 WIB. "Kalau malam tidak ada yang jaga," imbuhnya.
Sementara itu akibat kejadian ini BB TNBTS menelan kerugian hingga puluhan juta rupiah. Kabag Tata Usaha BB TNBTS Suwasto menuturkan, pembangunan pos pelayanan dan MCK sendiri dulu menghabiskan dana sekitar 32 juta juta, sedangkan pembangunan selter menelan biaya Rp 12 juta.
"Kurang lebih kerugian kami sekitar 44 juta. Suwasto mengharapkan aparat kepolisian segera bisa membekuk para pelaku pengrusakan. Kendati menjadi sasaran amuk orang tak dikenal, lanjut Suwasto, pos masih dioperasikan. "Kita masih fungsikan pos tersebut, dengan menerjunkan dua petugas, seperti rutinitas sehari-hari," tandasnya. (bdh/bdh)











































