TKW asal Blitar Dikabarkan Disekap Majikan di Arab

TKW asal Blitar Dikabarkan Disekap Majikan di Arab

- detikNews
Kamis, 03 Feb 2011 17:01 WIB
Blitar - Derita tenaga kerja wanita (TKW) yang mengadu nasib di negeri Arab terus bertambah. Nasib naas dialami oleh Muyati (56), asal Desa Jati, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, yang disekap majikanya selama 16 tahun.

Bahkan keluarga di Blitar selama itu pula minim komunikasi, apalagi dalam curhat melalui surat yang dikirimkan Muryati mengenai perangai majikan tempatnya bekerja di Arab Saudi tergolong buruk.

Selama 16 tahun itu pihak keluarga juga sulit melakukan komunikasi melalui telephon. Satu-satunya bentuk komunikasi yang pernah dilakukan Muyati dengan pihak keluarga hanya melalui surat.

Dalam surat tersebut juga disertakan foto Muyati. Dari foto itu terlihat kondisi fisik Muyati dalam keadaan yang kurang baik. Bagian lengan Muyati terlihat lebam, seperti bekas pukulan. Dalam suratnya Muyati mengeluh tidak betah tinggal di rumah majikanya. Selain itu Muyati juga mengeluhkan perangai buruk majikanya yang sering berbuat kasar.

Kasus naas ini diketahui oleh Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Kabupaten Blitar dari laporan anak Muryati yang bernama Rohayan. Rohayan, di dalam laporannya ke Dinas Tenaga Kerja mengatakan bahwa kemungkinan ibunya disekap oleh majikannya Sholeh dan Latifah Muhamad Al Khayabi yang tinggal di Bukhoiryah Gasim, Arab Saudi. Sejak bekerja pada tahun 1996 lalu Muyati juga tidak pernah digaji serta tidak diizinkan pulang.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Blitar, Heri Setyono, laporan itu juga telah diterima Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Berdasarkan surat BNP2TKI pada tanggal 27 Januari 2011 lalu diketahui bahwa laporan dugaan penyekapan Muyati telah disampaikan kepada Kedutaan Besar RI di Arab Saudi. Namun sampai saat ini keberadaan Muyati tidak pernah diketahui secara pasti.

Menurut Heri, Disnakertrans tidak bisa berbuat banyak mengingat masalah itu menjadi
kewenangan pemerintah pusat karena melibatkan 2 negara. "Sejak menerima laporan dugaan penyekapan Muyati oleh majikannya di Arab Saudi Pemerintah belum menemukan keberadaanya," terangnya pada wartawan Kamis (3/2/2011).

Meski begitu Heri berjanji akan terus melakukan upaya ke Pemerintah Pusat supaya keberadaan Muyati bisa segera diketahui. Selain itu Dinas Tenaga Kerja juga akan memfasilitasi upaya pencarian Muyati melalui tenaga kerja asal Kabupaten Blitar lainnya yang bekerja di Arab Saudi.
(bdh/bdh)
Berita Terkait