Pelaku yang menerobos masuk lewat jendela langsung masuk ke kamar yang saat itu tertidur pulas. Pelaku segera membangunkan korban lalu mengancam membunuhnya dengan mengalungi leher korban dan istinya dengan clurit. Mereka juga mengancam akan menghabisi nyawa seisi rumah itu, jika mereka berteriak.
Warto sekeluarga pun diikat lengannya dan dilakban mulutnya agar tak berteriak. Karena lehernya dikalungi clurit, korban bersama keluarganya pun dibuat tak berkutik dengan aksi pelaku.
Setelah itu, pelaku dengan mudahnya mengobrak-abrtik seisi rumah itu. Pelaku juga leluasa menguras harta benda korban. Diantaranya berupa uang Rp 1,8 juta, 2 HP Nokia serie 1208, anting-anting 2 gram dan rokok 5 slop rokok dagangan di toko depan rumahnya.
"Saat ini, peristiwa perampokan ini masih diselidiki petugas, untuk mengungkap siapa dalang aksi perampokan ini. Saya tidak mau komentar lebih jauh, lebih baik kepada Pak Kapolres saja," kata Kapolsek Ranuyoso AKP Sugianto ketika dikonfirmasi detiksurabaya.com, Rabu (2/2/2011).
Sementara, kata Sugianto, saat pelaku berhasil menguras harta bendanya, para korban berusaha melepas sekapan perampok dan berteriak minta tolong. Petugas yang melakukan olah TKP menemukan bekas congkelan di jendela depan dan
kamar yang berantakan.
(fat/fat)











































