Mahasiswa Pamekasan Menghilang Dua Minggu di Mesir

Mahasiswa Pamekasan Menghilang Dua Minggu di Mesir

- detikNews
Rabu, 02 Feb 2011 15:01 WIB
Pamekasan - Seorang mahasiswa S2 atau program magister asal Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura tersesat di Kairo, Mesir. Selama 2 pekan ini, Silfa Mukaromah (24) tak bisa dihubungi baik via ponsel maupun kontak via internet.

"Silfa bagai tertelan bumi," sambat Ali Wafa, ayah Silfa kepada wartawan yang menemui di rumahnya, Rabu (2/2/2011).

Menurut Ali Wafa, putri kedua dari 4 anaknya itu sebelumnya kuliah di negeri Kuwait. Setelah lulus sarjana S1, Silfa mendapat bea siswa untuk menempuh program magister di Universitas Kairo.

Saat ini, Silfa masuk pada semester 2. Sebelum terjadi aksi demo besar-besaran di ibukota Mesir yang menuntut lengsernya Presiden Husni Mubarak, Silfa selalu kontak kepada Ali Wafa maupun ke Ernawati, ibunya. Baik kontak via ponsel, maupun berchating lewat program jejaring sosial di internet.

"Namun, sudah 2 pekan ini kami kehilangan kontak dengan Silfa," sambung Ernawati.

Untuk mengendus jejak anaknya, kedua orangtua Silfa itu mencoba menelepon Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Kairo. Tapi, lagi-lagi pesawat telepon di kedubes tak bisa dihubungi. "Hanya ada suara tulalit," ujar Ali Wafa.

Untuk melacak keberadaan Silfa yang seperti tersesat di Mesir itu, Ali Wafa saban hari menonton berita televisi yang saban hari menayangkan aksi demo di kota seribu piramida itu.

"Saya bersama ibunya, hanya bisa pasrah dan tawaqal. Setiap malam, kami sholat malam dan memohon kepada Tuhan agar melindungi dan menyelamatkan Silfa," tutur Ali Wafa.

Menurut Ali Wafa, putri keduanya itu sempat pulang kampung setelah diwisuda sarjana S1, awal tahun 2010 lalu. "Kala itu kami bangga melihat prestasi yang diraih Silfa," sahut Ernawati.

Saat pulang kampung, Silfa sempat menceritakan jika dia mendapat beasiswa S2 di Universitas Al Azhar. "Saat bercerita, Silfa mengatakan ada 45 orang mahasiswa dari Madura lainnya yang juga mendapat beasiswa di Al Azhar," pungkas Ali Wafa.

(fat/fat)
Berita Terkait