Polisi Gadungan Gentayangan di Nganjuk

Polisi Gadungan Gentayangan di Nganjuk

- detikNews
Selasa, 01 Feb 2011 10:40 WIB
Polisi Gadungan Gentayangan di Nganjuk
Nganjuk - Waspadalah bagi Anda yang sedang perjalanan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Polisi gadungan tengah gentayangan mencari mangsa. Sasarannya adalah pengendara motor.

Ulah polisi gadungan itu telah memakan korban. Ariska Putri Naviandari (17) dan Yulianti (17), dua pelajar SMA asal Desa Bagor Kulon, Kecamatan Bagor, terperdayai.

Kemalangan kedua korban bermula saat melakukan perjalanan ke rumah temannya, Senin (31/1/2011) malam. Tepatnya di Jalan Raya Nganjuk-Madiun, Desa Selorejo, Kecamatan Bagor, keduanya dihentikan oleh seorang lelaki yang mengaku sebagai anggota kepolisian Polres Nganjuk.

Kedua pelajar tersebut diminta menunjukkan kelengkapan surat kendaraan bermotor yang dikendarainya. Karena tak bisa menunjukkan STNK, keduanya diminta menyerahkan SIM C dan ponsel yang dimiliki, masing-masing Nokis 5130 dan 3310. Untuk proses penebusan kedua pelajar tersebut diminta mengambilnya di Pos Polisi Guyangan.

Namun sesampainya di Pos Polisi Guyangan, kedua pelajar tersebut terkejut bukan main. Lelaki yang mengaku polisi tersebut tak ada dijumpainya. Dari keterangan polisi yang berjaga keduanya dipastikan mengalami penipuan dan diantarkan ke Mapolres Nganjuk untuk melaporkan apa yang menimpanya.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk AKP Karjadi, membenarkan adanya laporan aksi penipuan yang dialami kedua pelajar tersebut. Aksi penipuan tersebut diakuinya dilakukan secara rapi, karena pelaku bisa menunjukkan perilaku layaknya seorang polisi sebenarnya.

"Setelah menyita pelaku juga berjalan ke arah Pos Polisi Guyangan dan korban mengikutinya. Tapi saat korban kehilangan jejak, pelaku kabur meninggalkan korbannya," jelas Karjadi kepada wartawan di Mapolres, Selasa (1/2/2011).

Karjadi menambahkan, dalam laporannya kedua korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 1,2 juta, serta SIM C milik korban juga melayang. Untuk mengantisipasi kejaidan yang sama terulang, dia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

"Polisi Lalu Lintas yang berdinas di lapangan pasti mengenakan seragam, sementara berdasarkan keterangan korban kemarin itu pelaku mengenakan pakaian bebas atau preman. Saya minta masyarakat selalu waspada," pinta Karjadi.

(gik/gik)
Berita Terkait