"Lontaran material pijar ini terjauh. Biasanya, lontaran material pijar kadang terjatuh masuk ke dalam kawah lagi," ujar Kepala Bidang Mitigasi Bencana Geologi PVMBG, Gede Suantika saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (31/1/2011).
Lontaran material pijar itu terjadi sekitar pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Senin (31/1/2011) sebanyak 7 kali. Dari pengamatan kegempaan, selama waktu tersebut, gempa tremor letusan terus-menerus dengan amplitudo maksimal 30-37 mm, 7 kali gempa letusan maksimal 25-40 mm dengan durasi waktu antara 20 sampai 60 detik.
Sementara pengamatan visual, asap letusan terus-menerus berwarna kelabu tebal kecoklatan setinggi antara 400-800 meter. Bahkan, saat itu, angin yang mengarah ke utara atau timur laut, dan pos pengamatan Gunung Bromo di Cemorolawang, Ngadisari, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, diguyur hujan abu dan pasir.
Meski lontaran material pijar seukuran kerikil hingga kepalan tangan orang dewasa sejauh 300 meter dari kawah Gunung Bromo, Gede mengaku status Bromo masih siaga dan titik aman hingga 2.000 meter dari kawah Bromo.
"Sampai saat ini status Gunung Bromo masih siaga dengan radius 2 Km dari kawah pusat. Kami mengimbau agar warga tidak melakukan aktifitas hingga ke radius 2 Km, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.
(bdh/bdh)










































