Bayi Mungil Tergolek di Kardus

Bayi Mungil Tergolek di Kardus

- detikNews
Kamis, 27 Jan 2011 09:50 WIB
Pamekasan - Seorang pria kaget manakala saat bangun tidur dan kencing di depan rumahnya. Tiba-tiba dia melihat sebuah kardus bergerak-gerak sendiri. Juhari (28) warga Dusun Artojih Desa Artodung, Pamekasan, Madura, ini mencoba mengucek-ucek matanya karena baru bangun tidur sekitar pukul 04.30 WIB, Kamis (27/1/2011).

Khawatir dan takut dengan benda di depannya bergerak sendiri, bapak dua anak itu mengurungkan niat kencing di depan rumahnya. Dia pun kembali memakai celananya dan berusaha membuka kardus bekas air mineral.

Betapa kagetnya Juhari sata dibuka, sesosok bayi diperkirakan berusia 2 hari dengan berat 2,7 ons tergolek tersenyum. Juhari pun memanggil istrinya, Maryam (26).

"Setelah membuka pintu, saya langsung ke halaman depan dan hendak kencing. Tiba-tiba saya dikejutkan dengan sebuah kardus yang bergerak-gerak di depan kaki saya. Saya urung kencing dan membuka kardus. Ternyata ada bayi yang tak menangis," kata Juhari, saat ditemui di Puskesmas Galis.

Saat menemukan bayi, Juhari langsung membawanya masuk ke dalam rumahnya. Di dalam rumahnya, Juhari lalu membangunkan Maryam (26), istrinya. Juhari yang sudah memiliki anak berumur 4 tahun dan 2 tahun itu, meminta istrinya merawat bayi temuannya. Istri Juhari lalu membuat air gula hangat.

"Saat diberi minum air gula hangat sesendok demi sesendok, mulut bayi itu tampak lahap. Tak lama kemuudian, bayi itu tertidur dalam gendongan istri saya," jelas Juhari dengan terharu.

Sekitar pukul 07.00 tadi, Juhari bersama istrinya membawa bayi tak bernama itu ke Puskesmas Galis. Setelah mendapat perawatan medis, bayi dengan panjang tubuh 38 cm itu dibawa pulang.

Kabar penemuan bayi itu membuat puluhan orang tetangga Juhari berdatangan ke puskesmas. Saat itu, anggota Polsek Galis sempat mengidentifikasi sang bayi. "Kami akan mencari sang pembuang bayi. Yang bersangkutan bisa terjerat UU Perlindungan Anak," kata Kapolsek Galis AKP D Haryanto.

Polisi menyerahkan sepenuhnya perawatan bayi itu ke tangan Juhari. "Tadi di puskesmas ada seseorang yang ingin menebus bayi ini sebesar Rp 6 juta. Tapi saya tolak. Biarlah bayi ini saya rawat sampai orangtuanya menjumputnya," pungkas Juhari.
(fat/fat)
Berita Terkait