"Jarak pandang cuma 3 meter. Di atas motor, saya sudah tak bisa melihat pada jarak segitu," kata Farid, salah satu warga Klakah, Lumajang, saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (26/1/2011).
Pengguna jalan, ujar Farid, makin direpotkan dengan kencangnya angin yang bertiup dan membuat abu beterbangan. Farid menerangkan jika guyuran abu Bromo semakin intens sejak tadi pagi. Dan wilayah yang cukup banyak mendapat semburan abu Bromo menurut Farid adalah kecamatan Klakah dan Ranuyoso.
Sementara itu, Zulqotim, salah satu warga yang lain juga mengeluhkan banyaknya abu Bromo yang mengguyur ke kawasan Lumajang. Sebagai guru di SDN Wonorejo I, Zulqotim harus terus mengingatkan anak didiknya untuk tetap mengenakan masker. Meski abu Bromo deras mengguyur Lumajang, namun itu tak membuat sekolah menghentikan proses belajar mengajar.
"Guyuran abu ini memang yang paling lebat sejak tadi pagi," ujar Zulqotim.
Saking derasnya, lanjut Zulqotim, abu banyak menumpuk di jalan dan atap rumah warga. Bila angin kencang bertiup abu tersebut terbang sehingga mengganggu penglihatan warga.
"Para siswa banyak yang mengeluh matanya sakit kena debu," tandas Zulqotim.
(bdh/bdh)











































