Hujan Abu Bromo di Lumajang Makin Parah

Hujan Abu Bromo di Lumajang Makin Parah

- detikNews
Rabu, 26 Jan 2011 11:41 WIB
Hujan Abu Bromo di Lumajang Makin Parah
Lumajang - Guyuran abu Bromo di wilayah Kabupaten Lumajang semakin parah. Bahkan, saat ini abu Bromo sudah menyebar merata hingga 12 Kecamatan. Selain itu abu Bromo juga mengganggu jarak pandang pemakai kendaraan bermotor.

Dari pengamatan detiksurabaya.com, aktivitas warga juga mulai terganggu, karena kepekatan abu ini juga mengancam kesehatan masyarakat karea membuat mata pedih dan mengganggu pernafasan.

"Kalau tidak pakai masker saya tidak bisa bernafas lega, mas. Karena, abu sangat pekat. Mata juga jadi pedih kalau abu masuk ke mata," kata Puji Yuliastutik, warga Perumahan Tukum Indah, Desa Tukum, Kecamatan Tekung saat ditemui detiksurabaya.com di
Alun-alun Kabupaten Lumajang, Rabu (26/1/2011).

Hal yang sama juga disampaikan Farid, seorang pembaca detiksurabaya.com melalui surat elektronik yang ditujukan ke redaksi. Menurut dia, guyuran abu Bromo di kota Lumajang sudah semakin parah.

"Hari ini Lumajang diguyur hujan debu dan angin sangat parah. Jarak pandang 3 meter sudah mulai gelap. Hujan debu ini yg terparah. Bagi kendaraan yg akan melintas ke arah
Lumajang kenakan masker dan nyalakan lampu kendaraan," kata Farid.

Sementara, Rochani, Sekretaris Satlak Penanggulangan Bencana (PB) Kabupaten Lumajang ketika dikonfirmasi detiksurabaya.com menyebutkan, hujan abu yang semakin pekat sejak Sabtu (22/1/2011) lalu sampai hari ini, memang meluas sampai 12 wilayah Kecamatan.

Dari pantauan kami, guyuran abu ini merata sejak dari Kecamatan Pasirian sampai Ranuyoso. Sedikitnya 12 wilayah Kecamatan yang terdampak dan yang terparah adalah wilayah Kecamatan Gucialit serta Senduro," kata Rochani.

Untuk mengantisipasi guyuran abu ini, Satlak PB Kabupaten Lumajang telah mendistribusikan masker dengan stok yang semakin menipis. "Sejak kemarin, Satlak PB bersama Dinkes Lumajang mendistribusikan masker sebanyak 1.000 buah kepada masyarakat Gucialit dan Senduro. Saat ini, stok masker telah habis dan kami telah mengajukan ke provinsi sebanyak 100 ribu masker lagi karena kebutuhannya memang banyak," ungkapnya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait