Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh ibunya, Ny Mariyani (47). Ibu satu anak itu heran tak mendengar anaknya minta makan dan melihat kamar anaknya tak kunjung dibuka. Saat itu korban yang masih memakai seragam melilitkan lehernya dengan tali pramuka.
"Biasanya, Nurhayati memang langsung tidur sepulang dari sekolah. Tapi, ia tidak keluar-keluar padahal biasanya minta makan. Makanya saya curiga dan melihat ke kamar. Tidak tahunya saya menemukan Nurhayati sudah tergantung," jelas Ny Mariyani saat diperiksa polisi di rumahnya, Selasa (25/1/2011).
Melihat kejadian itu, ibu korban berteriak meminta tolong dan memberitahukan kepada suami dan ayah tiri korban, Munasir (57). Warga pun berusaha menolong korban, namun nyawanya tak tertolong karena diduga korban tewas beberapa jam sebelumnya.
Menurut Ny Mariyani, sejak pulang sekolah korban meminta obat racun tikus. Tanpa curiga racun tikus itu diberikan ke korban. "Anak saya tiba-tiba minta racun tikus. Alasannya, untuk meracun tikus yang ada di kamarnya. Katanya tikusnya cukup banyak," katanya.
Terkait hubungan asmara korban dengan pacar yang menyebabkan bunuh diri, Ny Mariyani mengaku tak tahu menahu. "Saya tidak tahu appaun soal anak saya pacaran Pak. Yang jelas, saat ini saya sedih sekali," tambahnya.
Sementara polisi dan dokter forensik yang memeriksa jenazah korban mengaku jika perbuatan korban murni bunuh diri.
(fat/fat)










































