Dari pengamatan detiksurabaya.com, pukul 00.10 WIB, Selasa (25/1/2011), polisi yang mengamankan sekitar jalur poros Lamongan-Surabaya langsung membubarkan kerumunan massa yang masih mencoba melempari bus yang tengah melintas. Aksi lempar batu yang dilakukan warga terjadi sporadis di sejumlah titik.
Beberapa titik tersebut diantaranya adalah di pertigaan Sukodadi, Pertigaan Desa
Karanglangit, di Desa Plosowahyu dan juga pertigaan sekitar RS Muhammadiyah Lamongan.
Aksi tegas kepolisian pun segera dilakukan. Petugas mengamankan sejumlah pelaku pelemparan batu. Sampai saat ini setidaknya tercatat ada 8 orang yang diamankan oleh petugas kepolisian dari sejumlah titik. Saat ini, ke-8 warga yang melakukan aksi lempar batu tersebut diamankan di Mapolres Lamongan.
Sementara itu. akibat aksi penghadangan suporter Persebaya yang dilakukan oleh warga Lamongan membuat kondisi arus lalu lintas terganggu. Selain itu, banyak bus yang akan melintas di Lamongan memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan karena khawatir menjadi korban pelemparan batu.
Akibat aksi pelempatan batu itu, sedikitnya 8 bus mengalami pecah pada kaca, dan 2 orang penumpang luka akibat terkena serpihan pecahan kaca.
ri informasi yang dihimpun, penghadangan warga Lamongan terhadap suporter kesebelasan Persebaya Surabaya ini terjadi akibat aksi brutal yang dilakukan bonek terhadap 2 warga Lamongan pada, Sabtu (22/1/2001).
Akibat ulah oknum bonek yang akan berangkat mendukung Persebaya bermain di Tangerang, seorang warga Lamongan tewas penuh dengan luka tusukan. Sedangkan seorang lagi mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam.
(bdh/bdh)










































