Sebanyak 46 korban luka dilarikan ke RSU dr Saiful Anwar (RSSA) Malang guna mendapatkan perawatan medis.
Dari info yang dihimpun, bus PO Bimo dikemudikan M. Fajar (48), melaju dengan kecepatan sedang dari arah barat. Kondisi jalan yang menurun diduga menjadi penyebab sopir bus kehilangan kendali saat sebuah Honda CRV milik Hermawan berada tepat di depannya mengerem mendadak.
Menurut Hermawan saat ditemui wartawan di lokasi mengatakan, dia saat itu berhenti mendadak ketika sebuah motor nekat memotong laju kendaraannya. "Saya injak rem mendadak, karena ada motor langsung memotong jalan, mungkin itu membuat sopir bus hilang kendali, karena berada tepat di belakang mobil kami," beber Hermawan.
Karena kehilangan kendali, bus tersebut oleng ke kanan dan semapat menabrak mobil miliknya sebelum masuk jurang sedalam 10 meter. "Karena kaget bus sempat menabrak mobil kami," ceritanya.
Sementara itu upaya evakuasi bangkai bus masih tengah dilakukan. Aparat kepolisian juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kecelakaan. M. Fajar sopir bus masih dalam kondisi luka patah tulang dan kini dalam perawatan medis. "Kami belum meminta keterangan sopir, karena dalam perawatan medis," kata Kapolres Batu AKBP Soegeng Gatot Soesanto.
Dari keterangan yang dihimpun di lapangan, rombongan bus bernopol AB 7128 AS tersebut mengangkut sekitar 50 mahasiswa. Mereka akan melakukan perjalanan ke Jember, usai melangsungkan karya wisata di Kota Batu.
Puluhan mahasiswa ini sudah dua hari berada di Kota Apel itu, setelah sebelumnya, mereka telah mengunjungi kota wisata Yogyakarta serta Bali.
(bdh/bdh)











































