Tebing 30 Meter Longsor, Ribuan Warga Empat Dusun Terisolir

Tebing 30 Meter Longsor, Ribuan Warga Empat Dusun Terisolir

- detikNews
Jumat, 21 Jan 2011 12:28 WIB
Tebing 30 Meter Longsor, Ribuan Warga Empat Dusun Terisolir
Nganjuk - Hujan lebat terus mengguyur wilayah Kabupaten Nganjuk, membuat 4 dusun di Kecamatan Sawahan mengalami longsor. Akibatnya, ribuan warga dusun terisolir. Selain itu akses jalan menuju objek wisata air terjun Sedudo dan Singkromo tepatnya Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, tertutup total.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com informasi itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. 4 Dusun yang terisolir dan tanahnya amblas yakni Dusun Ngliman, Bruno, Kukus dan Gimbal, Desa Ngliman.

"Sekitar jam satu-an kejadiannya. Warga di sini sebenarnya sudah tidur, tapi begitu mendengar ada suara gemuruh rata-rata langsung bangun," ujar salah seorang warga Dusun Ngliman, Minto, saat ditemui wartawan di lokasi, Jumat (21/1/2011).

Hingga pukul 12.30 WIB material longsor masih menggunung di lokasi dan belum bisa dibersihkan karena alat berat rencananya baru akan didatangkan dari Dinas PU Kabupaten Nganjuk siang nanti. Saat ini warga dibantu petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) hanya bisa membuat jalan darurat secara manual, agar warga tidak sepenuhnya terisolir.

"Ya ini jadinya. Sementara kalau hanya sepeda motor bisa lewat," sambung Minto.

Sementara Camat Sawahan Eko Sutrisno, pihaknya masih mengupayakan percepatan mendatangkan alat berat agar material longsor bisa segera dibersihkan. Perencanaan pada jalan yang amblas juga tengah dilakukan, dan diusahakan dapat dikerjakan dalam waktu dekat.

"Dua pekerjaan utama kami sekarang ya itu. Bagaimana bisa secepatnya membersihkan material longsor dan menambal jalan yang amblas. Kami sudah koordinasi dengan satuan kerja terkait agar pengerjaannya bisa segera dilakukan," tegas Eko.

Pihaknya juga belum bisa menghitung kerugian. "Kerugian yang jelas ada, karena di sana (Sedudo dan Singkromo) hampir tak pernah sepi pengunjung. Termasuk semalam banyak pengungjung yang harus putar balik, karena memang jalannya tidak bisa dilewati," pungkas Eko.
(fat/fat)
Berita Terkait