"Mendagri menyatakan APBD dilarang untuk sepakbola profesional. Itu sangat bagus dan baik untuk kemajuan sepakbola tanah air," ujar Manager Persema Asmuri saat berbincang dengan detiksport, Rabu (19/1/2011) malam.
Menurutnya, ketegasan dari pemerintah sangat diperlukan saat ini. Agar pelarangan APBD untuk sepakbola profesional bukan dari sejumlah pihak saja. "Sikap ini memang ditunggu, supaya jelas APBD memang dilarang untuk sepakbola profesional," terang dia.
Meski begitu, lanjut Asmuri, APBD juga masih diperlukan bagi pembinaan olahraga, termasuk sepakbola, di antaranya, membangun kualitas pemain muda melalui sekolah sepakbola dan klub-klub amatir yang kini masih terganjal masalah pendanaan.
Asmuri mengatakan semua itu telah diatur dalam Undang-Undang Keolahragaan. "Dana bisa dimasukkan melalui KONI," bebernya.
Persema Malang memuturkan bergabung dengan Liga Premier Indonesia (LPI), dengan begitu klub berjuluk 'Laskar Ken Arok' ini melepas suntikan dana dari APBD mulai tahun ini. Asmuri mengaku, tahun ini APBD untuk Persema sudah tidak bisa dicairkan. Klub harus memikirkan sumber dana lain, dan merintis sebagai klub mandiri.
"Itu pilihan kami mengapa bergabung dengan LPI dan melepas APBD," akunya. (bdh/bdh)











































