Hamili Wanita Bersuami, Petani di Lumajang Dibacok

Hamili Wanita Bersuami, Petani di Lumajang Dibacok

- detikNews
Rabu, 19 Jan 2011 19:10 WIB
Lumajang - Diduga menghamili seorang wanita yang sudah bersuami, seorang petani asal Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah Lumajang, dibacok dan mengalami luka parah. Korban, Misdi (30) mengalami luka bacok di bagian kepala dan pelipisnya.

Peristiwa itu bermula saat korban mengendarai motor dibuntuti dua orang di jalan Desa Tegalrandu. Mereka memotong dan menghadang laju motor korban dan memegangi tubuhnya. Pelaku yakni Saiful Bahri (31) warga Desa Ranuwurung Kecamatan Randuagung dan Sidin (40) warga Desa Sumberingin, Kecamatan Klakah.

Korban langsung disabet dengan senjata tajam jenis cadek. Saiful Bahri berperan memegang korban saat Sidin membacoknya. Aksi berdarah ini langsung ditangani polisi. Beruntung salah satu pelaku Saiful Bahri memilih menyerahkan diri ke Polsek Klakah.

"Korban dibuntuti kedua pelaku lalu menghadangnya. Seorang memegangi korban dan pelaku lainnya membacoknya dengan menggunakan senjata tajam jenis cadek. Kini, seorang pelakunya telah menyerahkan diri, yakni Saiful Bahri. Sedangkan, Sidin masih buron," kata Kasubag Humas Polres Lumajang AKP Suherkamto saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Rabu (19/1/2011).

Informasi yang dihimpun menyebutkan jika penganiayaan berdarah itu dilatarbelakangi masalah cemburu. Kejadian ini bermula saat istri pelaku dihamili oleh Misdi, sewaktu tersangka merantau ke Papua 6 bulan lalu.

Melihat istrinya hamil dengan orang lain, pelaku kalap dan langsung mencari orang yang menghamili istrinya. Dari pencariannya inilah, pelaku yang telah menaruh dendam langsung membuntuti korban lalu membacokya. "Kini, motif penganiayaan ini masih diperdalam aparat Polsek Klakah," pungkasnya.

Sementara korban yang dirawat RSU dr Haryoto mengaku aksi penganiayaan yang dialaminya saat dirinya melihat kebun kayu miliknya di Desa Tegalrandu.

"Saya dibacok beberapa kali, meski hanya mengalami luka tiga sabetan ini saja di bagian kepala. Sumpah saya tidak tahu apa motif mereka," jelas Misdi.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini