Para Pedagang Menduga Pasar Pakisaji Dibakar

Para Pedagang Menduga Pasar Pakisaji Dibakar

- detikNews
Jumat, 14 Jan 2011 14:51 WIB
Para Pedagang Menduga Pasar Pakisaji Dibakar
Surabaya - Para pedagang, pemilik kios dan toko pakaian di Pasar Pakisaji yang hangus terbakar pagi tadi, menduga kebakaran itu sengaja dibakar. Pasalnya di kalangan pedagang, tersiar kabar jika bangunan pasar akan direnovasi.

"Ada anggapan seperti itu, karena pasar akan dibangun," kata Edi Sasmito (30), salah satu pedagang di lokasi, Jumat (14/1/2011).

Menurutnya, kabar itu santer jika pasar direnovasi beredar sejak lebaran 2010 lalu. Namun kabar itu belum terbukti hingga kebakaran melanda puluhan kios tadi pagi. "Memang lebaran dulu ramai pasar akan direnovasi," imbuhnya.

Selama ini, Edi bersama pedagang lain mengeluhkan biaya ataupun iuran yang telah dikeluarkan belum bisa menjamin keselamatan tempat usahanya. Setiap bulan, pedagang wajib mengeluarkan iuran sebesar Rp 35 ribu, uang keamanan sebesar Rp 5 ribu, serta iuran harian sebesar Rp 1.300.

"Iuran sudah kami bayar, tapi tak menjamin keselamatan usaha kami," ujar pedagang sembako ini.

Para pedagang juga mengeluhkan lambatnya mobil pemadam kebakaran hingga meludeskan puluhan bedak. Sementara data Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar mencatat sebanyak 85 petak, 71 bedak, dan 14 kios berdiri di atas lahan seluas 620 meter persegi hangus dilahap si jago merah.

"Kerugian sekitar Rp 1 miliar," beber Kabid Perdagangan, Perindustrian, dan Pasar Tarmudji di lokasi kejadian.

Dari pantauan detiksurabaya.com para pedagang masih sibuk mengais sisa-sisa kebakaran di kiosnya. Sementara tiga petugas Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya menggelar olah TKP. Puluhan warga sendiri masih berada di lokasi kejadian untuk melihat langsung proses olah TKP.

Petugas Labfor sibuk menggali keterangan sejumlah saksi mata yang mengetahui
kebakaran terjadi Jumat (14/1/2011), subuh tadi. Dari hasil penyelidikan sementara diketahui api berasal dari bedak nomor 363 serta 364 di blok C12 atau sebelah pojok selatan pasar.

"Di sini awal apinya, ini tempat jualan apa," tanya AKP Agus salah satu petugas Labfor kepada Edi Sasmito.

Edi mengaku bedak bernomor 363 merupakan milik Anton (30), seharinya membuka warung. Sedangkan, bedak nomor 364 milik Lilik (35), berjualan aksesoris serta VCD.

"Kami masih lakukan penyelidikan, belum bisa memberikan keterangan," ujar AKP Agus.
(fat/fat)
Berita Terkait