Supriyadi (36), sopir L 300 asal Desa Kaduwarah Barat, Kecamatan Larangan, selamat setelah berhasil keluar dari dalam kabin mobil naas itu. Dia mengaku mengalami kerugian Rp 25 juta.
Sementara Direktur RSU Pamekasan, dr Iri Agus Zubaidi, mengatakan, mobil naas
itu semula mengantar keluarga pasien. Lantaran kepanasan, mobil yang semula diparkir di lapangan parkir, akkhirnya dipindah di bawah teras utama.
"Melihat ada asap, staf saya mengeluarkan 2 tabung pemadam dan disemprotkan ke arah asal api. Saat itu juga, mobil didorong dan dikeluarkan dari bawah teras," kata dr Iri Agus Zubaidi, ditemui di lokasi bangkai L 300, Jumat (14/1/2011).
Saat mobil didorang itulah, ratusan orang pengunjung rumah sakit dan belasan paramedis semburat menonton musibah kebakaran tersebut. Jilatan api makin membesar.
Beruntung 20 menit kemudian, 2 unit mobil PMK milik Pemkab Pamekasan menyemprotkan air ke arah sumber api. Tak sampai 15 menit, api berhasil dijinakkan.
Mobil L300 yang semula berwarna Biru Benhur itu langsung berubah karatan. Seluruh jok mobil tak bersisa dan hanya tertinggal rangkanya. Agar tidak jadi jamahan para pengunjung, polisi memberi garis polisi.
"Diduga api berasal dari percikan api dari accu mobil," kata Kanit 2 Satreskrim Polres Pamekasan, Iptu Syarif yang memimpin olah TKP.
(fat/fat)











































