Manager Program Madura Channel TV Sumenep, Hidayaturrahman mengaku didatangi 2 orang anggota dari pihak TNI AD dari Kodam V/Brawijaya Surabaya.
"Mereka mengharapkan agar tidak menayangkan Opera Tan Malaka," kata Hidayaturrahman, pada detiksurabaya.com di tempat kerjanya, Jalan Adirasa, Perum Bumi Sumekar Asri, Jumat (14/1/2011).
Dalam penjelasan anggota TNI AD tersebut, Opra Tan Malak mengandung unsur komunisme. "Tapi, tidak dijelaskan secara spisifik yang dinilai mengandung unsur komunisme itu," terangnya.
Pihak Madura Channel TV, rencananya akan menayangkan, Sabtu (15/1/2011). Namun, karena ada harapan untuk tidak menayangkan, maka pihak managemen akan menggelar rapat internal untuk mengkaji film tersebut.
"Hari ini akan menggelar rapat redaksi terlebih dahulu. Sebab, meski pihak TNI AD datang dengan baik-baik dan sangat kooperatif, namun kelihatan serius," ungkapnya.
Untuk itu, Madura Channel TV belum memutuskan jadi tidaknya penayangan Opera Tan Malaka tersebut.
Sementara, Dandim 0827 Sumenep, Letkol Inf Fahmi Kadarisman mengaku tidak pernah melakukan pelarangan untuk penayangan Opera Tan Malaka.
"Saya tidak melarang, tapi kalau mau ditayangkan silahkan kaji terlebih dahulu," tegas Fahmi pada wartawan di ruang kerjanya, Jalan Trunojoyo.
Menurut dia, masyarakat yang akan menilai sendiri bila Opera Tan Malaka tetap ditayangkan. "Masyarakat yang akan menilai soal film itu," pungkasnya.
(bdh/bdh)











































