Keengganan tersebut tampak dari hasil yang didapatkan detiksurabaya.com saat akan mengkonfirmasi perihal tersebut kepada yang bersangkutan di Makodim 0809 Kediri, Jl Achmad Yani. Petugas jaga yang menemui mengatakan jika sang pimpinan tidak di tempat, sehingga tak bisa menyampaikan keterangannya.
"Maaf, pimpinan sekarang tidak ditempat, jadi belum bisa menemui anda berdua (detiksurabaya.com datang bersama wartawan Koran Tempo). Lain waktu saja datang
lagi," kata petugas jaga di Makodim 0809 Kediri, Selasa (11/1/2011).
Pengakuan petugas jaga ini bertolak belakang dengan kondisi yang sesungguhnya di lapangan. Komandan Kodim diketahui sempat turun dari mobil dan masuk ke ruangan, saat detiksurabaya.com tengah menunggu.
"Bapak acaranya padat. Itu mungkin dari Mojokerto dan yang saya tahu katanya terus mau ke Surabaya," kata petugas jaga lain sesaat setelah pimpinannya tampak masuk ke ruangan.
Sebelumnya, rencana pemutaran Operan Tan Malaka di KSTV Kediri mulai tanggal 16 Januari mendatang dipastikan batal. Media televisi lokal tersebut mengaku
mendapatkan imbauan dari Komandan Kodim 0809 Kediri, agar meninjau ulang rencana pemutaran tersebut.
Operan Tan Malaka sendiri merupakan buah karya Tempo TV dan rencananya akan diputar di 19 stasiun televisi lokal se Indonesia. Namun sejauh ini baru terealisasi di 17 lokasi, karena 2 lainnya mendapatkan tentangan. Satu lokasi lain yang juga dilarang memutar Opera Tan Malaka adalah Batu TV di Batu, Jawa Timur. (bdh/bdh)











































