Terapi divine cigarette bagi penderita autis saat ini telah diterapkan di Lembaga Pendidikan Anak Gangguan Perkembangan Malang. Caranya, sebelum proses belajar mengajar, ruang kelas terlebih dahulu diasapi divine cigarette.
"Murid kami ada 28 anak mengalami autis. Kini dengan pengasapan divine autis, anak-anak dapat lebih konsentrasi pada pelajaran, dan tidak lagi rewel," kata
Indrawati, pengelola lembaga pendidikan itu kepada detiksurabaya.com, Selasa (11/1/2011).
Seperti halnya teori yang ditentukan oleh Profesor Sutiman, Indrawati yang juga punya latar belakang sebagai perokok ini setiap pagi mengasapi seluruh ruangan berjumlah sembilan kelas dengan devine cigarette. "Ya saya sendiri yang mengasapi, karena saya juga perokok," jelasnya.
Indrawati sendiri juga mengaku ikut menjalani terapi divine cigarette untuk menurunkan berat badannya. Karena diyakini dirinya merokok divine cigarette bisa menghilangkan nafsu makannya.
Metode pengasapan ini juga diterapkan kepada hewan ternak seperti dilakukan oleh dr Saraswati. Sapi perah miliknya yang mengalami sakit, dia asapi menggunakan divine cigarette pada hidung. Selama proses itu dilakukan menunjukkan perkembangan yang baik. Sapi perah itu sembuh dari penyakit yang dialami.
"Selain pada anak autis, kita juga coba ke hewan ternak, seperti sapi, hasilnya cukup bagus," tuturnya. (bdh/bdh)











































